Posted on April 23rd, 2008 by by Hardjono
Bagi pengguna iTunes dari Apple, mungkin tidak sadar bahwa di latar belakang operasi sebenarnya iTunes menggunakan servis dari CDDB (Compact Disc Database) milik GraceNote. Database CDDB mengandung informasi mengenai CD dan track2 lagu dalam setiap. Setahu saya, CDDB saat ini sudah hampir memiliki data mengenai setiap CD yang di produksi di AS, Eropa dan Jepang. Jadi ketika ripping CD musik, iTunes sebenarnya mengakses CDDB untuk mendapatkan informasi mengenai track2 lagu pada CD tersebut.
Hari ini Sony mengeluarkan press release bahwa akan membeli GraceNote seharga $260M.
Adalah langkah yang strategis sekali bagi Sony dalam mengakuisisi GraceNote. Sony sendiri dulu salah langkah ketika gagal mengeluarkan servis musik melalui Internet. (NB: servis musik Sony Connect sudah tutup). Sony terlalu sibuk dengan “format wars” (dengan format Sony ATRAC) sehingga terlambat dalam mengeluarkan servis seperti iTunes, Rhapsody dan sejenisnya. Malah, para analis sudah menyatakan bahwa merek atau brand WalkMan sudah mati (kalah oleh iPod).
Bagi iTunes yang tergantung dengan akses ke CDDB, Apple sekarang harus menyiapkan diri datangnya hari di mana masa kontrak Apple dengan GraceNote habis. Sebab mugkin saja Sony kelak mematikan akses kepada CDDB bagi iTunes. Memang sudah ada spekulasi bahwa Apple sendiri sebenarnya sedang membangun CD database sendiri, termasuk juga database lirik2 lagu.
Bagi Sony, memiliki GraceNote CDDB itu tidak cukup untuk mengalahkan iTunes dan iPod. Mungkin satu-satunya harapan bagi Sony adalah dengan memberikan servis download-film untuk PlayStation PSP dan PS3. Tetapi, meskipun demikian Sony masih ketinggalan Apple, sebab Apple sudah memiliki produk AppleTV dan download-film juga. Memang Sony sudah memenangkan perang format HD dengan Blu-Ray, tetapi market Blu-Ray berbeda dengan market Internet music.
Sony is a typical example of a consumer electronics (CE) giant who missed the coming of the Internet and the significance of Internet-based content. The battle continues… 
Posted on April 19th, 2008 by by Hardjono
Minggu ini keluar beberapa review mengenai Asus Eee PC model 900, yaitu model selanjutnya sesudah model 701 sub-notebook yang dianggap sukses sekali. Bagi laptop kategori sub-notebook harganya harus murah agar terjangkau oleh kaum muda. Harga model 701 di AS sekitar $300 s/d $370.

Salah satu topik dari review2 ini adalah mengenai support untuk Windows XP. Asus akan mengeluarkan model 900 dengan Windows XP (Home Edition). Pihak reviewer yang dari CNET-UK mengakui bahwa Eee PC 701 jenis Linux mengalami banyak mengalami masalah:
By using Windows XP, users can sidestep many of the software and hardware compatibility issues that plague the Linux version. We’ve encountered numerous devices that don’t work with a Linux Eee because of driver issues, including some USB disc drives, printers and TV tuners. You simply don’t get these problems with a Windows-equipped Eee PC 900.
Spec ringkasnya begini:
- CPU: 900MHz Celeron M
- Memory: 1GB of DDR 400 memory
- Screen: 8.9-inch panel at 1,024×600 pixels
- Hard drive: 12GB (Windows XP) or 20GB (Linux)
- USB Ports: 3
- Other storage: SD Memory card slot
- Note: No built-in WiFi.
- WebCam: 1.3 Megapixel.


Asus rencananya akan memberi harga yang sama bagi model XP dan model Linux. Tapi karena harga lisensi Windows XP bisa mencapai $70 s/d $90, maka kapasitas hard drive untuk jenis Windows XP akan kecil (12 Gb). Selain itu, model 900 saat ini tidak memiliki built-in WiFi (802.11). Harus menunggu versi 900 Surf.
Links:
OK, so I definitely want one of these Eee PC 900. Anyone know what a “manbag” is? Must be a UK thing
It uses the same 226×38x170mm, 1kg chassis, which is exceptionally convenient for throwing into a purse or manbag and taking on your travels.
Posted on April 17th, 2008 by by Hardjono

Rupanya Microsoft Office 2007 tidak memiliki support untuk Bahasa Indonesia dengan interface Bahasa Inggris. Demikian juga Office Multilanguage Pack 2007.
Dulu untuk Office 2003 dan versi2 sebelumnya ada language pack yang dapat di beli dan di tambahkan. Namanya Office Proofing Tools CD (tambah lagi $150 kira-kira). Harus dipesan sendiri, dan di install (ditambahkan) sesudah Micsosoft Office selesai di install. Bagusnya, dalam Word 2003 kita tinggal Set Language dalam file ke Bahasa Indonesia dan lalu mulai mengetik. Otomatis spell-check akan mendeteksi ejaan salah. Kalau ingin edit dalam Bhs lainnya, tinggal Set Language lagi.
Sekarang rupanya untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam text Word 2007, kita harus menggunakan interface Bahasa Indonesia melalui LIP (Language Interface Pack).
Kok repot yach :) What if I also want to do Japanese ?
Posted on April 16th, 2008 by by Hardjono
Rupanya AS sedang kekurangan pekerja-pekerja IT lagi. Hal ini nampak juga dari usaha Microsoft dan Bill Gates untuk memohon Congress menambah jumlah visa jenis H1B (untuk jenis pekerja).
Sekarang pemerintah AS baru mengeluarkan peraturan baru yang memperpanjang masa Optional Practical Training (OPT) bagi mahasiswa-mahasiswa asing pemegang visa F1. OPT adalah masa kesempatan bekerja di AS bagi mahasiswa asing yang baru lulus universitas atau college di AS.
Dulu masa OPT hanya 1 tahun. Sesudah itu sang mahasiswa harus pulang ke negaranya atau mencari pekerjaan di AS melalui visa jenis lainnya (ex. H1B). Selama masa OPT setahun itu mahasiswa lulusan AS memiliki kesempatan untuk mencari perusahaan yang bersedia men-sponsor visa jenis H1B. Lalu dengan visa H1B ini mahasiswa bisa bekerja sampai 6 tahun (atau lebih) di AS, dan kemudian mengajukan permohonan Green Card.
Karena visa H1B itu sedikit jumlahnya (hanya 65000 lembar tahun ini) perusahaan2 di AS saat ini merasa sulit “mengimpor” tenaga pekerja IT dari luar negeri (biasanya dari India dan China).
Congress AS sendiri enggan memperbanyak jumlah visa H1B, apalagi saat ini masa resesi. Jadi, strategi yang diambil pemerintah AS adalah untuk memperpanjang masa OPT menjadi 29 bulan. Dengan demikian mahasiswa asing lulusan AS memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di AS dan sekaligus mengisi kekurangan sumber daya manusia di dunia swasta.
Mungkin jumlah visa H1B yang jatuh ketangan mahasiswa Indonesia dapat memberikan gambaran atau current state mengenai industri IT (ICT) di Indonesia 
Posted on April 15th, 2008 by by Hardjono
CNN melaporkan bahwa ada desakan dari pimpinan partai United Malays National Organization (UMNO) agar generasi muda dalam partai tersebut mulai menulis blog.
Begini kutipan dari interview pimpinan partai dengan Associated Press (AP):
“All candidates must have blogs,” Abdul Rahman told The Associated Press. “If not, they are not qualified to be leaders.”
Saya rasa ini idea yang baik sekali bagi setiap politisi di semua negara. Karena sistim demokrasi semakin hari semakin kompleks, ada baiknya para politisi menulis tentang pandangan mereka.
Juga, saya rasa seorang pemimpin negara harus bisa menulis idea2 dan pikiran2 mereka. Dulu mungkin caranya menulis di koran atau majalah (ex. bagian kolum tertentu). Sekarang dengan media elektronika dan Internet, wajar saja menulis di medium dimana pembaca bisa meninggalkan komentar. Yaitu blog.
Bagaimana dengan politisi Indonesia?