<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments for Hardjono Teknoblog</title>
	<link>http://hardjono.net</link>
	<description>Teknopolitik &#38; Opini Silicon Valley</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 18:32:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on Beberapa koreksi dibutuhkan untuk UU-ITE by hery</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/03/29/beberapa-koreksi-dibutuhkan-untuk-uu-ite/#comment-381</link>
		<dc:creator>hery</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:45:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/03/29/beberapa-koreksi-dibutuhkan-untuk-uu-ite/#comment-381</guid>
		<description>baru pertama kali post,..memang banyak pro dan kontra nih UU ITE.nya, cuman agak penasaran di bagian Lembaga Sertifikasi Keandalan.

Lembaga Sertifikasi keandalan itu apa yah(cuman ada definisi luasnya)? sebenarnya udah ada apa belum yah?...trus kalo kita punya website e-commerse musti disertifikasi olehnya? syarat2xnya apa yah?

Mungkin ada yang bisa share info?
thx yah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru pertama kali post,..memang banyak pro dan kontra nih UU ITE.nya, cuman agak penasaran di bagian Lembaga Sertifikasi Keandalan.</p>
<p>Lembaga Sertifikasi keandalan itu apa yah(cuman ada definisi luasnya)? sebenarnya udah ada apa belum yah?&#8230;trus kalo kita punya website e-commerse musti disertifikasi olehnya? syarat2xnya apa yah?</p>
<p>Mungkin ada yang bisa share info?<br />
thx yah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Software as a Service (SAAS): konsep yang masih lemah by ramdhani</title>
		<link>http://hardjono.net/2007/08/28/software-as-a-service-saas-konsep-yang-masih-lemah/#comment-380</link>
		<dc:creator>ramdhani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 04:59:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2007/08/28/software-as-a-service-saas-konsep-yang-masih-lemah/#comment-380</guid>
		<description>salam kenal mas
abis baca2 analisa gartner  nih (http://www.gartner.com/it/page.jsp?id=593207) yang menyatakan SaaS akan populer tahun2 kedepan. klo bicara implementasi SaaS di indonesia ketiga problem akan muncul jg apalagi klo bicara koneksi internet yg masih mahal dan lambat di bandingkan negara maju lainnya. Tapi seiring dengan turunnya tarif internet dan bandwidth yg makin besar yg ditunjukkan speedy dgn upgrade ke 1 Mbps keliataannya konsep SaaS untuk diterapkan di indonesia makin memungkinkan. Tapi saya penasaran dengan salesforce.com yang disebut-sebut sebagai leader dalam implementasi SaaS, apakah masalah2 itu muncul dan antisipasi nya gmn ? klo 3 problem yg diungkap di atas sering muncul mestinya salesforce.com ga mungkin exist sampe sekarang kan mas ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal mas<br />
abis baca2 analisa gartner  nih (http://www.gartner.com/it/page.jsp?id=593207) yang menyatakan SaaS akan populer tahun2 kedepan. klo bicara implementasi SaaS di indonesia ketiga problem akan muncul jg apalagi klo bicara koneksi internet yg masih mahal dan lambat di bandingkan negara maju lainnya. Tapi seiring dengan turunnya tarif internet dan bandwidth yg makin besar yg ditunjukkan speedy dgn upgrade ke 1 Mbps keliataannya konsep SaaS untuk diterapkan di indonesia makin memungkinkan. Tapi saya penasaran dengan salesforce.com yang disebut-sebut sebagai leader dalam implementasi SaaS, apakah masalah2 itu muncul dan antisipasi nya gmn ? klo 3 problem yg diungkap di atas sering muncul mestinya salesforce.com ga mungkin exist sampe sekarang kan mas ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Intel mulai buat TPM by Bill277829926','245888916billy@msn.com','','120.195.8.169','2008-06-18 12:03:54','2008-06-18 12:03:54','','0','lynx','comment','0','0'),('0', '', '', '', '', '2008-06-19 12:03:54', '2008-06-19 12:03:54', '', 'spam', '', 'comment', '0','0' ) /*</title>
		<link>http://hardjono.net/2007/03/23/intel-mulai-buat-tpm/#comment-379</link>
		<dc:creator>Bill277829926','245888916billy@msn.com','','120.195.8.169','2008-06-18 12:03:54','2008-06-18 12:03:54','','0','lynx','comment','0','0'),('0', '', '', '', '', '2008-06-19 12:03:54', '2008-06-19 12:03:54', '', 'spam', '', 'comment', '0','0' ) /*</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 19:03:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2007/03/23/intel-mulai-buat-tpm/#comment-379</guid>
		<description>&lt;strong&gt;None...&lt;/strong&gt;

None...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>None&#8230;</strong></p>
<p>None&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on AS kekurangan tenaga IT lagi by uwiuw</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/04/16/as-kekurangan-tenaga-it-lagi/#comment-378</link>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 07:00:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/04/16/as-kekurangan-tenaga-it-lagi/#comment-378</guid>
		<description>paragraph ini ngak ngerti "Mungkin jumlah visa H1B yang jatuh ketangan mahasiswa Indonesia dapat memberikan gambaran atau current state mengenai industri IT (ICT) di Indonesia"

bisa tolong jelaskan ? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>paragraph ini ngak ngerti &#8220;Mungkin jumlah visa H1B yang jatuh ketangan mahasiswa Indonesia dapat memberikan gambaran atau current state mengenai industri IT (ICT) di Indonesia&#8221;</p>
<p>bisa tolong jelaskan ? <img src='http://hardjono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on iPhone 3G dengan HSDPA by segeran21</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-377</link>
		<dc:creator>segeran21</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:50:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-377</guid>
		<description>Iya nih kapan bisa masuk Indonesia, Ditunggu kedatanganmu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya nih kapan bisa masuk Indonesia, Ditunggu kedatanganmu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on iPhone 3G dengan HSDPA by ivn</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-376</link>
		<dc:creator>ivn</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:32:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-376</guid>
		<description>kapan ya masuk ke endonesia??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan ya masuk ke endonesia??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on iPhone 3G dengan HSDPA by gagahput3ra</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-375</link>
		<dc:creator>gagahput3ra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 23:17:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/06/09/iphone-3g-dengan-hsdpa/#comment-375</guid>
		<description>Apple keren banget deh sumpah :D Sementara disini (Indonesia) Hape "high-end" 3G tanpa memory card aja hargnya bisa sampe 5jt......tp iPhone dihargain cuma $199???!!!! :shock:

Salut deh :P

*tp denger2 klo beli iPhone 3G harus kontrak 2 tahun sama satu provider ya?*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apple keren banget deh sumpah <img src='http://hardjono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Sementara disini (Indonesia) Hape &#8220;high-end&#8221; 3G tanpa memory card aja hargnya bisa sampe 5jt&#8230;&#8230;tp iPhone dihargain cuma $199???!!!! <img src='http://hardjono.net/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salut deh <img src='http://hardjono.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*tp denger2 klo beli iPhone 3G harus kontrak 2 tahun sama satu provider ya?*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Teknologi CDMA mulai pensiun by ejlp12</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/03/29/teknologi-cdma-mulai-pensiun/#comment-373</link>
		<dc:creator>ejlp12</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 11:05:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/03/29/teknologi-cdma-mulai-pensiun/#comment-373</guid>
		<description>UMB sebenarnya adalah pengembangan dari CDMA2000, seperti halnya LTE/SAE yang merupakan kelanjutan dari GSM/UMTS. UMB walaupun menggunakan teknologi yang berbeda yaitu OFDMA tapi saya lihat teknologi UMB masih mempertimbangkan backward compability jadi pada spesifikasi UMB masih digunakan juga teknologi CDMA. Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang akan menang diantara persaingan teknologi antara LTE/SAE, UMB dan WiMAX/WiMAX2 ? 

Saya rasa walaupun LTE/SAE terlihat lebih menonjol saat saat ini dibanding UMB tetapi tidak serta merta akan membuat operator yang menggunakan teknologi CDMA akan beralih ke LTE karena LTE bukanlah teknologi yang dirancang sebagai pengembangan CDMA sehingga operator yang menggunakan CDMA akan perlu berinvestasi lebih banyak untuk pindah ke LTE, jadi kemungkinan besarnya operator pengguna CDMA akan meningkatkan teknologinya menggunakan UMB.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UMB sebenarnya adalah pengembangan dari CDMA2000, seperti halnya LTE/SAE yang merupakan kelanjutan dari GSM/UMTS. UMB walaupun menggunakan teknologi yang berbeda yaitu OFDMA tapi saya lihat teknologi UMB masih mempertimbangkan backward compability jadi pada spesifikasi UMB masih digunakan juga teknologi CDMA. Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang akan menang diantara persaingan teknologi antara LTE/SAE, UMB dan WiMAX/WiMAX2 ? </p>
<p>Saya rasa walaupun LTE/SAE terlihat lebih menonjol saat saat ini dibanding UMB tetapi tidak serta merta akan membuat operator yang menggunakan teknologi CDMA akan beralih ke LTE karena LTE bukanlah teknologi yang dirancang sebagai pengembangan CDMA sehingga operator yang menggunakan CDMA akan perlu berinvestasi lebih banyak untuk pindah ke LTE, jadi kemungkinan besarnya operator pengguna CDMA akan meningkatkan teknologinya menggunakan UMB.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on FOSS sebagai Ideologi (Infrastruktur Enterprise) by wildan</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/05/09/foss-sebagai-ideologi-infrastruktur-enterprise/#comment-372</link>
		<dc:creator>wildan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 11:09:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/05/09/foss-sebagai-ideologi-infrastruktur-enterprise/#comment-372</guid>
		<description>Permisi.. cuma mau ngasih pendapat..:) sudah telat y?
Saya rasa ini bukan cuma masalah kelancaran bisnis tanpa membertimbangkan keadaan lain seperti kebiasaan mengkonsumsi suatu produk yang mengakibatkan ketergantungan..
Dan saya rasa FOSS bukan sebuah ideologi yang salah, justru menurut saya butuh sebuah pemikiran yang keras untuk memahami kenapa kita sebaiknya menggunakan FOSS (saya sendiri sudah berpikir keras, ini bukan hanya masalah gratis ato tidak).. salam kenal..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permisi.. cuma mau ngasih pendapat..:) sudah telat y?<br />
Saya rasa ini bukan cuma masalah kelancaran bisnis tanpa membertimbangkan keadaan lain seperti kebiasaan mengkonsumsi suatu produk yang mengakibatkan ketergantungan..<br />
Dan saya rasa FOSS bukan sebuah ideologi yang salah, justru menurut saya butuh sebuah pemikiran yang keras untuk memahami kenapa kita sebaiknya menggunakan FOSS (saya sendiri sudah berpikir keras, ini bukan hanya masalah gratis ato tidak).. salam kenal..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Indonesia blokir YouTube: down the slippery slope by Ronny, M.Kom, M.H</title>
		<link>http://hardjono.net/2008/04/05/indonesia-blokir-youtube-down-the-slippery-slope/#comment-369</link>
		<dc:creator>Ronny, M.Kom, M.H</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 05:38:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://hardjono.net/2008/04/05/indonesia-blokir-youtube-down-the-slippery-slope/#comment-369</guid>
		<description>From : Ronny, M.Kom, M.H
Hp : 08124239327
e-mail : ronny_wuisan@yahoo.com

TANGGAPAN TERHADAP ULASAN KELEMAHAN 
UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
pada : http://www.isocid.net/kelemahanuuite.pdf


Pada tulisan ini, saya akan menanggapi beberapa pandangan pada ulasan kelemahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dari Asosiasi Internet Indonesia yang diwakili oleh Irwan Effendi

Pertama :
Harapan tertuju kepada para praktisi, akademisi, organisasi di bidang Teknologi Informasi, Hukum dan bidang lainnya yang berkepentingan dengan UU ITE untuk memberikan saran dan pemikiran seperti yang telah disampaikan oleh Asosiasi Internet Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan kualitas UU ITE sehingga UU ITE dapat menjadi payung hukum Informasi dan Transaksi Elektronik dan memajukan kehidupan bangsa.

Kedua :
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ”UU ITE waktu masih berupa RUU relatif tidak disosialisasikan kepada masyarakat dan penyusunannya masih dipercayakan di kalangan yang amat terbatas, serta peresmiannya dilakukan dengan tanpa terlebih dahulu melibatkan secara meluas komunitas yang akan diatur olehnya”. 

Saya berpendapat, Depkominfo, DPR, dan instansi terkait sudah melakukan sosialisasi di beberapa kota di Indonesia, dan sudah menggunakan teknologi informasi untuk sarana sosialisasi melalui internet, apalagi RUU ITE sudah lama digulirkan sekitar 4 thn yang lalu  dan saya sendiri sering memberikan masukan kepada DPR dan Depkominfo. Jika memang masih ada kekurangan UU ITE, mari kita bersama-sama memberikan input positif. 

Ketiga :
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa : ”Definisi Informasi Elektronik menggambarkan tampilan, bukan data”. 

Saya berpendapat bahwa definisi Informasi Elektronik pada pasal 1 sudah benar. Jadi, yang dimaksudkan Informasi Elektronik adalah data elektronik yang memiliki wujud dan makna/arti. Wujud/Tampilan diantaranya berupa Tulisan, Suara, Foto. 

Asosiasi Internet Indonesia  berpendapat bahwa ”Sebuah data elektronik hanyalah kumpulan dari bit-bit digital, yang mana setiap bit digital”. 

Saya berpendapat bahwa definisi itu dapat dibenarkan jika yang dijelaskan adalah definisi Data Elektronik. Sedangkan pada pasal 1 yang dijelaskan definisi Informasi Elektronik, bukan Data Elektronik. 

Keempat :
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ’Pada definisi Dokumen Elektronik, bahkan ditemukan suatu keanehan dengan membandingkan antara analog, digital dengan elektromagnetik, optikal, seakan-akan antara analog dan elektromagnetik adalah dua bentuk yang merupakan pilihan “ini atau itu” ’. 

Saya berpendapat bahwa definisi Dokumen Elektronik pada Pasal 1 tidak aneh.  Yang dimaksudkan pasal 1 untuk definisi Dokumen Elektronik bukan untuk membandingkan tapi menyatakan bentuk pengiriman informasi elektronik,  bentuk penyimpanan informasi elektronik, yakni dapat berupa analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya. Jadi, ”Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya” sesuai isi pasal 1 tentang Dokumen Elektronik.  

Kelima :
Definisi baru yang diusulkan oleh Asosiasi Internet Indonesia yaitu : ”Tampilan Elektronik adalah hasil pengolahan Dokumen Elektronik yang ditampilkan dalam suatu bentuk tertentu, dengan menggunakan Sistem Elektronik tertentu dan menjalankan suatu prosedur pengolahan tertentu”. 

Menurut pendapat saya, definisi itu tidak perlu dan definisi itu salah kaprah. Yang dimaksud tampilan elektronik yakni wujud dari data elektronik diantaranya berupa tulisan, gambar, suara, Dan ini sudah termuat pada Definisi Informasi Elektronik di pasal 1. 

Keenam :
Asosiasi Internet Indonesia menyinggung Pasal 8 ayat 2 : ” Kecuali diperjanjikan lain, waktu penerimaan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki Sistem Elektronik di bawah kendali Penerima yang berhak”

Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa :” Tampaknya ayat ini dibuat dengan logika berbeda dengan ayat 1 dalam pasal yang sama, dimana ayat 1 telah dengan benar menggunakan kriteria Sistem Elektronik yang ditunjuk atau dipergunakan, pada ayat 2 muncul kerancuan “di bawah kendali”. Suatu account e-mail yang berada di Yahoo atau Hotmail misalnya, tidak dapat dikatakan sebagai suatu Sistem Elektronik di bawah kendali karena yang dikendalikan oleh Penerima hanyalah bentuk virtualisasinya.”

Saya berpendapat bahwa Pasal 8 ayat 2 sudah benar bahwa Sistem Elektronik harus di bawah kendali penerima, karena penerima lah yang menerima informasi elektronik yang dikirim oleh pengirim. Bisa Anda bayangkan bagaimana ketika Informasi Elektronik berada di luar kendali penerima? Tentu ini transaksi elektronik yang tidak sah. Suatu account e-mail yang berada di Yahoo atau Hotmail misalnya dapat dikatakan sebagai suatu Sistem Elektronik di bawah kendali Penerima. Jangan lupa penerima yang mengakses e-mail pada yahoo pasti menggunakan sistem elektronik, yakni seperangkat komputer yang terhubung ke internet dan mengakses yahoo atau hotmal, dan memasukkan data berupa user name dan password di bawah kendali penerima. 

Ketujuh :
Asosiasi Internet Indonesia menyinggung Pasal 15 ayat 2 dan ayat 3:

(2) Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem Elektroniknya.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik 

Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ”Ayat 3 mengatakan bahwa ayat 2 tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa. Keadaan memaksa? Kalau kita bicara soal komputer maka keadaan memaksa ini bisa berarti apa saja mulai dari gangguan listrik, kerusakan komputer, terkena virus, dan sebagainya yang pada intinya gangguan apapun dapat dikatakan sebagai keadaan memaksa; lantas untuk apa ayat 2 itu dibuat?”

Saya berpendapat bahwa Pasal 15 ayat 3 jelas yang dimaksudkan adalah keadaan memaksa, kesalahan, dan.atau kelalaian yang dilakukan oleh pihak pengguna Sistem Elektronik. Sebagai contoh, password yang digunakan oleh pengguna Sistem Elektronik untuk mengakses suatu software dalam suatu jaringan elektronik, secara sengaja diberitahukan kepada orang lain yang ternyata berniat jahat. Kesalahan ini tentu tidak menjadi tanggungjawab penyelenggara Sistem Elektronik. Jadi hubungan antara pasal 15 ayat 2 dan ayat 3 adalah menyatakan batasan tanggungjawab antara Penyelenggara Sistem Elektronik dan Pengguna Sistem Elektronik. 

Kedelapan :
Saya berpendapat bahwa ketika batasan informasi elektronik tentang kesusilaan, perjudian masih kabur, sebaiknya saran yang bijaksana adalah perlunya PP yang lebih mempertegas batasan tentang informasi elektronik kesusilaan, perjudian sehingga pasal 27 ayat 1 dan ayat 2 dapat diterapkan secara efektif.  Saya tidak setuju dengan Asosiasi Internet Indonesia yang mengusulkan untuk menghapus pasal tentang mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, dan perjudian. 

Kesembilan :
Saya berpendapat mengenai pasal 30 dan pasal 31 bahwa jika ada seseorang yang dirugikan akibat ulah dari orang lain dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik miliknya dengan cara apa pun, maka sudah bisa menjadi indikasi awal adanya pelanggaran pasal 30 dan pasal 31. Dan serahkan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyidikan dan tindakan hukum lainnya, jangan kita main hakim sendiri atau menjadi pencuri untuk mencari maling, berarti pula maling teriak maling. Kita harus mengajarkan kepada bangsa ini untuk menghormati hukum yang ada.

Kesepuluh :
Saya berpendapat bahwa Pasal 37 bermaksud untuk melindungi Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia oleh  perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 yang sengaja dilakukan oleh setiap Orang. Ini sudah tepat karena sudah menjadi kewajiban Negara melindungi Rakyatnya. Mengenai penjabaran lebih lanjut Pasal 37 ini perlu diatur dalam  PP.

Demikian tanggapan saya, semoga bermanfaat !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>From : Ronny, M.Kom, M.H<br />
Hp : 08124239327<br />
e-mail : <a href="mailto:ronny_wuisan@yahoo.com">ronny_wuisan@yahoo.com</a></p>
<p>TANGGAPAN TERHADAP ULASAN KELEMAHAN<br />
UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK<br />
pada : <a href="http://www.isocid.net/kelemahanuuite.pdf" rel="nofollow">http://www.isocid.net/kelemahanuuite.pdf</a></p>
<p>Pada tulisan ini, saya akan menanggapi beberapa pandangan pada ulasan kelemahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dari Asosiasi Internet Indonesia yang diwakili oleh Irwan Effendi</p>
<p>Pertama :<br />
Harapan tertuju kepada para praktisi, akademisi, organisasi di bidang Teknologi Informasi, Hukum dan bidang lainnya yang berkepentingan dengan UU ITE untuk memberikan saran dan pemikiran seperti yang telah disampaikan oleh Asosiasi Internet Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan kualitas UU ITE sehingga UU ITE dapat menjadi payung hukum Informasi dan Transaksi Elektronik dan memajukan kehidupan bangsa.</p>
<p>Kedua :<br />
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ”UU ITE waktu masih berupa RUU relatif tidak disosialisasikan kepada masyarakat dan penyusunannya masih dipercayakan di kalangan yang amat terbatas, serta peresmiannya dilakukan dengan tanpa terlebih dahulu melibatkan secara meluas komunitas yang akan diatur olehnya”. </p>
<p>Saya berpendapat, Depkominfo, DPR, dan instansi terkait sudah melakukan sosialisasi di beberapa kota di Indonesia, dan sudah menggunakan teknologi informasi untuk sarana sosialisasi melalui internet, apalagi RUU ITE sudah lama digulirkan sekitar 4 thn yang lalu  dan saya sendiri sering memberikan masukan kepada DPR dan Depkominfo. Jika memang masih ada kekurangan UU ITE, mari kita bersama-sama memberikan input positif. </p>
<p>Ketiga :<br />
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa : ”Definisi Informasi Elektronik menggambarkan tampilan, bukan data”. </p>
<p>Saya berpendapat bahwa definisi Informasi Elektronik pada pasal 1 sudah benar. Jadi, yang dimaksudkan Informasi Elektronik adalah data elektronik yang memiliki wujud dan makna/arti. Wujud/Tampilan diantaranya berupa Tulisan, Suara, Foto. </p>
<p>Asosiasi Internet Indonesia  berpendapat bahwa ”Sebuah data elektronik hanyalah kumpulan dari bit-bit digital, yang mana setiap bit digital”. </p>
<p>Saya berpendapat bahwa definisi itu dapat dibenarkan jika yang dijelaskan adalah definisi Data Elektronik. Sedangkan pada pasal 1 yang dijelaskan definisi Informasi Elektronik, bukan Data Elektronik. </p>
<p>Keempat :<br />
Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ’Pada definisi Dokumen Elektronik, bahkan ditemukan suatu keanehan dengan membandingkan antara analog, digital dengan elektromagnetik, optikal, seakan-akan antara analog dan elektromagnetik adalah dua bentuk yang merupakan pilihan “ini atau itu” ’. </p>
<p>Saya berpendapat bahwa definisi Dokumen Elektronik pada Pasal 1 tidak aneh.  Yang dimaksudkan pasal 1 untuk definisi Dokumen Elektronik bukan untuk membandingkan tapi menyatakan bentuk pengiriman informasi elektronik,  bentuk penyimpanan informasi elektronik, yakni dapat berupa analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya. Jadi, ”Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya” sesuai isi pasal 1 tentang Dokumen Elektronik.  </p>
<p>Kelima :<br />
Definisi baru yang diusulkan oleh Asosiasi Internet Indonesia yaitu : ”Tampilan Elektronik adalah hasil pengolahan Dokumen Elektronik yang ditampilkan dalam suatu bentuk tertentu, dengan menggunakan Sistem Elektronik tertentu dan menjalankan suatu prosedur pengolahan tertentu”. </p>
<p>Menurut pendapat saya, definisi itu tidak perlu dan definisi itu salah kaprah. Yang dimaksud tampilan elektronik yakni wujud dari data elektronik diantaranya berupa tulisan, gambar, suara, Dan ini sudah termuat pada Definisi Informasi Elektronik di pasal 1. </p>
<p>Keenam :<br />
Asosiasi Internet Indonesia menyinggung Pasal 8 ayat 2 : ” Kecuali diperjanjikan lain, waktu penerimaan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki Sistem Elektronik di bawah kendali Penerima yang berhak”</p>
<p>Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa :” Tampaknya ayat ini dibuat dengan logika berbeda dengan ayat 1 dalam pasal yang sama, dimana ayat 1 telah dengan benar menggunakan kriteria Sistem Elektronik yang ditunjuk atau dipergunakan, pada ayat 2 muncul kerancuan “di bawah kendali”. Suatu account e-mail yang berada di Yahoo atau Hotmail misalnya, tidak dapat dikatakan sebagai suatu Sistem Elektronik di bawah kendali karena yang dikendalikan oleh Penerima hanyalah bentuk virtualisasinya.”</p>
<p>Saya berpendapat bahwa Pasal 8 ayat 2 sudah benar bahwa Sistem Elektronik harus di bawah kendali penerima, karena penerima lah yang menerima informasi elektronik yang dikirim oleh pengirim. Bisa Anda bayangkan bagaimana ketika Informasi Elektronik berada di luar kendali penerima? Tentu ini transaksi elektronik yang tidak sah. Suatu account e-mail yang berada di Yahoo atau Hotmail misalnya dapat dikatakan sebagai suatu Sistem Elektronik di bawah kendali Penerima. Jangan lupa penerima yang mengakses e-mail pada yahoo pasti menggunakan sistem elektronik, yakni seperangkat komputer yang terhubung ke internet dan mengakses yahoo atau hotmal, dan memasukkan data berupa user name dan password di bawah kendali penerima. </p>
<p>Ketujuh :<br />
Asosiasi Internet Indonesia menyinggung Pasal 15 ayat 2 dan ayat 3:</p>
<p>(2) Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem Elektroniknya.<br />
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik </p>
<p>Asosiasi Internet Indonesia berpendapat bahwa ”Ayat 3 mengatakan bahwa ayat 2 tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa. Keadaan memaksa? Kalau kita bicara soal komputer maka keadaan memaksa ini bisa berarti apa saja mulai dari gangguan listrik, kerusakan komputer, terkena virus, dan sebagainya yang pada intinya gangguan apapun dapat dikatakan sebagai keadaan memaksa; lantas untuk apa ayat 2 itu dibuat?”</p>
<p>Saya berpendapat bahwa Pasal 15 ayat 3 jelas yang dimaksudkan adalah keadaan memaksa, kesalahan, dan.atau kelalaian yang dilakukan oleh pihak pengguna Sistem Elektronik. Sebagai contoh, password yang digunakan oleh pengguna Sistem Elektronik untuk mengakses suatu software dalam suatu jaringan elektronik, secara sengaja diberitahukan kepada orang lain yang ternyata berniat jahat. Kesalahan ini tentu tidak menjadi tanggungjawab penyelenggara Sistem Elektronik. Jadi hubungan antara pasal 15 ayat 2 dan ayat 3 adalah menyatakan batasan tanggungjawab antara Penyelenggara Sistem Elektronik dan Pengguna Sistem Elektronik. </p>
<p>Kedelapan :<br />
Saya berpendapat bahwa ketika batasan informasi elektronik tentang kesusilaan, perjudian masih kabur, sebaiknya saran yang bijaksana adalah perlunya PP yang lebih mempertegas batasan tentang informasi elektronik kesusilaan, perjudian sehingga pasal 27 ayat 1 dan ayat 2 dapat diterapkan secara efektif.  Saya tidak setuju dengan Asosiasi Internet Indonesia yang mengusulkan untuk menghapus pasal tentang mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, dan perjudian. </p>
<p>Kesembilan :<br />
Saya berpendapat mengenai pasal 30 dan pasal 31 bahwa jika ada seseorang yang dirugikan akibat ulah dari orang lain dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik miliknya dengan cara apa pun, maka sudah bisa menjadi indikasi awal adanya pelanggaran pasal 30 dan pasal 31. Dan serahkan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyidikan dan tindakan hukum lainnya, jangan kita main hakim sendiri atau menjadi pencuri untuk mencari maling, berarti pula maling teriak maling. Kita harus mengajarkan kepada bangsa ini untuk menghormati hukum yang ada.</p>
<p>Kesepuluh :<br />
Saya berpendapat bahwa Pasal 37 bermaksud untuk melindungi Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia oleh  perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 yang sengaja dilakukan oleh setiap Orang. Ini sudah tepat karena sudah menjadi kewajiban Negara melindungi Rakyatnya. Mengenai penjabaran lebih lanjut Pasal 37 ini perlu diatur dalam  PP.</p>
<p>Demikian tanggapan saya, semoga bermanfaat !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
