AS kekurangan tenaga IT lagi
Rupanya AS sedang kekurangan pekerja-pekerja IT lagi. Hal ini nampak juga dari usaha Microsoft dan Bill Gates untuk memohon Congress menambah jumlah visa jenis H1B (untuk jenis pekerja).
Sekarang pemerintah AS baru mengeluarkan peraturan baru yang memperpanjang masa Optional Practical Training (OPT) bagi mahasiswa-mahasiswa asing pemegang visa F1. OPT adalah masa kesempatan bekerja di AS bagi mahasiswa asing yang baru lulus universitas atau college di AS.
Dulu masa OPT hanya 1 tahun. Sesudah itu sang mahasiswa harus pulang ke negaranya atau mencari pekerjaan di AS melalui visa jenis lainnya (ex. H1B). Selama masa OPT setahun itu mahasiswa lulusan AS memiliki kesempatan untuk mencari perusahaan yang bersedia men-sponsor visa jenis H1B. Lalu dengan visa H1B ini mahasiswa bisa bekerja sampai 6 tahun (atau lebih) di AS, dan kemudian mengajukan permohonan Green Card.
Karena visa H1B itu sedikit jumlahnya (hanya 65000 lembar tahun ini) perusahaan2 di AS saat ini merasa sulit “mengimpor” tenaga pekerja IT dari luar negeri (biasanya dari India dan China).
Congress AS sendiri enggan memperbanyak jumlah visa H1B, apalagi saat ini masa resesi. Jadi, strategi yang diambil pemerintah AS adalah untuk memperpanjang masa OPT menjadi 29 bulan. Dengan demikian mahasiswa asing lulusan AS memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di AS dan sekaligus mengisi kekurangan sumber daya manusia di dunia swasta.
Mungkin jumlah visa H1B yang jatuh ketangan mahasiswa Indonesia dapat memberikan gambaran atau current state mengenai industri IT (ICT) di Indonesia ![]()



4 People have left comments on this post
kalo green card itu apa?
@alisyah, Green Card itu ijin menetap sebagai permanent resident (tanpa ganti WN).
So?
Sudah berapa tangan mahasiswa kita yang kejatuhan H1B?
paragraph ini ngak ngerti “Mungkin jumlah visa H1B yang jatuh ketangan mahasiswa Indonesia dapat memberikan gambaran atau current state mengenai industri IT (ICT) di Indonesia”
bisa tolong jelaskan ?