Teknologi CDMA mulai pensiun
CDMA adalah teknologi telepon seluler (cellular) yang sudah ada hampir 20 tahun lebih. Setiap kali ada penantangnya, teknologi CDMA selalu berhasil kembali lagi dari tepi lubang kubur. Yang menjadi masalah sekarang adalah munculnya “next-generation” teknologi GSM.
Dulu di AS ketika GSM pertama muncul dan mengancam, teknologi CDMA di “upgrade” menjadi CDMA 1X sebagai jawaban terhadap ancaman GSM. Kemudian ketika operator GSM meluncurkan GSM/EDGE, sekali lagi CDMA di upgrade dengan teknologi CDMA/EV-DO. Jadi sudah beberapa kali CDMA berhasil menangkal serangan dari kubu GSM.
Tapi dengan munculnya 3G-UMTS dan HSDPA, kemudian dengan adanya rencana LTE (Long Term Evolution dari kamp GSM) dan WiMax dari dunia wireless broadband, kebanyakan operator dan carrier di AS enggan mendukung perkembangan teknologi CDMA lebih lanjut.
Di AS lebih dari 50% ponsel (handset) adalah CDMA, yang di kuasai marketnya antara Verizon dan Sprint. Karena LTE masih sedang dalam perkembangan (mungkin sampai tahun 2011), teknologi CDMA masih akan dipakai terus. Dan memang kalau dari segi voice saja (tanpa data), CDMA lebih optimal dibanding GSM.
Untuk menjawab kebutuhan VoIP dan broadband, Verizon dan Sprint kemarin ini meluncurkan CDMA2000 DO Rev A. Deengan munculnya WiMax dan LTE kemungkinan besar Verizon dan Sprint tidak akan menaruh investasi lagi dalam CDMA. Sprint merencanakan akan meluncurkan WiMax service (dengan branding Xohm) kira-kira bulan April/Mei 2008 ini.
Jadi, CDMA memang akan dipakai terus sampai tahun 2011. Jumlah subscriber akan merata/flat saja 5 s/d 10 tahun kedepan (lihat graph). Sesudah itu kemungkinan besar CDMA di AS akan mulai di pensiunkan, menuju tutup usia.



8 People have left comments on this post
Wah, gmn ya nasib investasi cdma di indonesia?
Ya, seperti TDMA digantikan CDMA (WCDMA dan CDMA2000), pada gilirannya CDMA juga akan digantikan OFDMA (LTE, UMB, WiMAX). Hai para operator, siap2 migrasi laagiii :).
Kalau di Indonesia, kayaknya teknologi CDMA akan terus bertahan karena pengertian konsumen tentang teknologi CDMA itu sendiri udah salah kaprah dari awal.
Gara-gara telkom waktu pertama memasarkan membuat brand image kalo CDMA itu “Telepon Rumah Tanpa Kabel”, sampe sekarang banyak yang nganggep (terutama di daerah) kalo CDMA itu ya “Telepon Rumah Tanpa Kabel yang tarifnya lebih murah dari Telepon Rumah”.
Lalu muncul Esia, sekarang imagenya berubah lagi (Di Jakarta terutama) jadi hape murah dengan nomor telepon murah.
Selama konsumen di Indo masi gak perduli akan pengertian teknologi itu sendiri, teknologinya akan terus bertahan selama di masi lebih murah dari yang lain.
Sok tahu mode : on
@Dadan, iya kemarin ini saya kaget baca iklan di koran, katanya CDMA is next-generation sesudah GSM. Duh ngawur banget…
@ Koen, saya rasa situs Pak Kun bisa di gunakan untuk mengajarkan umum/publik mengenai masa depan selluler. Masih banyak “confusion” mengenai GSM vs CDMA, HSDPA vs WIMAX, dsbnya.
@gagahput3ra, seberanya number-portability itu isu independen dari GSM atau CDMA. Baca2 kemarin in DetikNet rupanya PT Telkom masih belum juga mensupport number-portability. Kapan yach…
yah, yg penting untuk sementara ini CDMA nya masih bisa di pake and lumayan worth
__________
http://phreakaholic.wordpress.com
Teknologi CDMA tetap akan digunakan sebagai jaringan untuk layanan Voice. Orang kita seharusnya jangan cepat2 begitu saja menerima informasi dari media, karena di balik itu semua pasti ada vested interest.
LTE baru akan matang tahun 2011-2012. Itu baru standar, lalu kapan produksi infrastruktur nya, terus terminalnya. Pengalaman memberi gambaran jelas bagaimana sebetulnya suatu teknologi diperkenalkan, diuji coba, dipasarkan dan diterima pasar. 3G sudah dikenalkan sejak tahun 1996, namun adopsi di Indonesia baru terjadi pada tahun 2006. Itu terminal yang available juga masih terbatas.
LTE menggunakan band frekuensi yang ada di pita UMTS, atau seluler atau di pita 3, dan 5 GHz. Pita yang beririsan dengan teknologi HSDPA/HSUPA, WiMAX, EDGE dan seluler itu sendiri. Kalau operator ingin menggelar dia harus mempunyai spektrum itu. Hal itu tidak mudah dan tidak murah. Atau dia akan mereplace eksisting infrastruktur yg ada dengan teknologi LTE tadi, terus bagaimana investasi infra yg sudah ada.
Teknologi evolusi CDMA yg sejajar dgan WiMAX dan LTE adalah UMB. Ini sama dan sebanding dengan LTE. Jadi kalau GSM—> LTE, maka CDMA —> UMB (ultra mobile broadband). UMB dengan 20 MHz spectrum akan mendeliver data hingga 178 MBps.
Salam,
Hazim
UMB sebenarnya adalah pengembangan dari CDMA2000, seperti halnya LTE/SAE yang merupakan kelanjutan dari GSM/UMTS. UMB walaupun menggunakan teknologi yang berbeda yaitu OFDMA tapi saya lihat teknologi UMB masih mempertimbangkan backward compability jadi pada spesifikasi UMB masih digunakan juga teknologi CDMA. Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang akan menang diantara persaingan teknologi antara LTE/SAE, UMB dan WiMAX/WiMAX2 ?
Saya rasa walaupun LTE/SAE terlihat lebih menonjol saat saat ini dibanding UMB tetapi tidak serta merta akan membuat operator yang menggunakan teknologi CDMA akan beralih ke LTE karena LTE bukanlah teknologi yang dirancang sebagai pengembangan CDMA sehingga operator yang menggunakan CDMA akan perlu berinvestasi lebih banyak untuk pindah ke LTE, jadi kemungkinan besarnya operator pengguna CDMA akan meningkatkan teknologinya menggunakan UMB.
1 Trackback(s)