Berapa Sebenarnya Biaya Produksi CD Musik

$0.17 Musicians’ unions
$0.80 Packaging/manufacturing
$0.82 Publishing royalties
$0.80 Retail profit
$0.90 Distribution
$1.60 Artists’ royalties
$1.70 Label profit
$2.40 Marketing/promotion
$2.91 Label overhead
$3.89 Retail overhead

Demikian perincian dari CD seharga $15.99 di AS, seperti tertera pada artikel majalah Rollling Stones.

Saat ini rupanya ada konflik antara Label Musik dan toko Wal-Mart. Toko retail chain Wal-Mart tidak bersedia menjual CD lebih dari harga $10. Wal-Mart lebih suka menggunakan ruang penataan barang (shelf space) untuk DVD atau Game, karena lebih menguntungkan. Jadi Wal-Mart menuntut agar para VP dari industri Musik untuk menggunakan model bisnis yang lebih “refined” (ramping).

Wal-Mart adalah toko retail paling besar di dunia. Tahun lalu pemasukannya seperempat trillion dollar ($250Billion). Setiap minggu 138 juta orang mampir ke toko Wal-Mart. Sebagai suatu toko yang mengeluarkan pesanan2, kalau Wal-Mart minta barang X seharga Y biasanya pihak manufaktur menurut saja. Kalau tidak, Wal-Mart tidak akan menjual barang tersebut sama sekali.

Dalam hal musik, Wal-Mart tidak menyediakan banyak CD. Tetapi rata-rata pembeli pada Wal-Mart cukup banyak, dan pembeli paling maksimal ingin membayar $10. Jadi Wal-Mart sekarang “menuntut” agar Label Musik menjual CD kepada Wal-Mart dibawah $10 (bukan seharga $15.99 yang sekarang ini).

Dari pengalaman saya sendiri berurusan dengan para VP Label Musik (Universal Music Group di LA dan BMG di NY city), rasanya memang ada “cultural mismatch” dengan pihak Wal-Mart. Dalam dunia Label orang2nya angkuh, berpakaian keren, mobil keren, stereo/HDTV paling canggih dan office-nya juga paling keren. Sedangkan di Wal-Mart si manager (bagian pemesanan CD) adalah orang biasa, hidup jauh dari LA dan NY, dan kebanyakan belum pernah bekerja di industri musik.

Dengan adanya iPod dan iTunes di Internet (plus toko2 musik online lainnya), para VP dunia musik harus berubah pikiran. Sama dengan para VP dunia Telecom (yang dulu buta-mata pada Internet). Dunia berubah cepat. Kalau mereka enggan berubah, akan ditinggal oleh generasi pembeli berikutnya.

5 People have left comments on this post



» gagahput3ra said: { Mar 27, 2008 - 05:03:39 }

Bener banget….World changes, so as mind change….harus ada sense of change di mental VP2 recording company :D

Mungkin kalau CD di USA turun di sini bisa ikut turun dong :P

» Brahmasta said: { Mar 27, 2008 - 11:03:49 }

Hehe, udah jamannya musik digital ya. Industri musik indonesia belum ada yang membaca peluang ini sepertinya. Yang saya liat muncul baru digitalbeatnya pak budi doang.

» BARRY said: { Mar 28, 2008 - 01:03:48 }

Perjuangan mereka untuk tetap menjadi status quo terus terlihat dari gencarnya membawa ilegal dowload di banyak kampus di Amerika ke pengadilan (penghasilan dari yang besar berkurang, sekarang mereka mencari target masyarakat biasa).

» Hardjono said: { Mar 28, 2008 - 02:03:55 }

@Gagahput3ra, memang kita kayaknya ditipu. Harga CD terlalu mahal. Padahal artis potongannya kecil.

@Brahmasta, memang usaha Pak Budi betul2 hebat (admirable).

@Barry, yup, lawsuits everywhere :)

» Ivan said: { Mar 30, 2008 - 07:03:39 }

saya setuju, sepertinya industri musik (bukan artisnya) memang sangat arogan dengan bertahan menggunakan teknologi lama seperti CD (umur CD sudah hampir 30 tahun loh) dan tetap memasang harga yg mahal. beli CD lagu sekarang sepertinya jadul banget…