WiFi Jarak Jauh dari Intel

 

Rupanya Intel sedang utak-utik MAC layer 802.11 demi mengembangkan WiFi jenis “khusus” yang bisa mencakup jarak 30 s/d 60 mile (kira-kira 60-90 kilometer). WiFi khusus ini disebut Rural Connectivity Platform (RCP).

Penggunaan WiFi access point (base station) ini adalah point-to-point antena (directional antena). Daya transmisinya dapat mencapai 6.5 Megabit per-second (Mbps). Dari segi realistik, sebenarnya akan dibutuhkan access point setiap 30 mile.

Maksud proyek ini adalah untuk membangun backbone WiFi yang memiliki kekuatan signal cukup untuk daerah pedesaan dan daerah yang langka manusianya. Harganya harus murah (dibawah USD$500). Selain itu, penggunaan listrik harus terbatas (5 s/d 6 watt), sehingga cocok untuk desa2 yang sumber listriknya dari matahari (solar power).

Begini deskripsi proyek RCP ini:

Researchers have identified modifications to the MAC layer that would substantially increase bandwidth efficiency while minimizing interference if multiple radios are installed on the same tower. They are assessing the performance of point-to-point 802.11 and 802.16 long-distance links in a wireless test bed in and around Berkeley, California. They also have deployed several test links in India, Cambodia, and more recently, in Ghana, where they have demonstrated a bandwidth of 5-7 Mbps over 55 kilometers. Researchers will continue testing and modifying the RCP technology in additional deployments in India in 2006, and they are considering expanding the research to Rwanda, Sri Lanka and many other countries.

One Person has left comments on this post



» Michael S. Sunggiardi said: { Mar 23, 2008 - 06:03:57 }

Nah …. ini merupakan bagian positif teknologi embedded system, walaupun di bisnis ini banyak startup company yang gagal dan tutup toko sebelum terkenal.

Teknologi ini sebetulnya sangat sederhana, sudah diterapkan oleh banyak orang Indonesia (terutama ibukota WiFi “kotak-katik” Outdoor Dunia di Jogja), yaitu bagaimana memperbesar daya dari standar radio yang sudah ada, tetapi orang Indo tidak memikirkan bagaimana radio tersebut tidak merusak atau dirusak oleh radio lain.

BTW, link blog saya salah yah …. lupa rubah cut and pasted-nya …..

Opa