Bill Gates ke Indonesia: my wish list

Sebentar lagi Bill Gates akan berkunjung ke Indonesia. Ada baiknya kita memikirkan apa-apa yang bisa kita ungkapkan dan mohon kepada Bill Gates. He is still a very influential person at MSFT :)

Berikut ini “daftar keinginan” (wish list) yang ingin saya kemukakan kepada Bill Gates:

  • Establish Microsoft Research Indonesia: Ada baiknya Microsoft membuka research lab di Indonesia. Saat ini sudah ada Microsoft Research di Bangalore, Beijing, Cambridge (UK), Boston, Redmond, dan Silicon Valley. Tidak usah besar-besar, hanya 5 sampai 10 orang saja. Yang penting harus menerima orang berdasar sistim meritokrasi. Harus benar-benar riset dan menghasilkan publikasi setara dengan research lab lainnya.
  • Discount picing for Microsoft software for Indonesian small business: Harga Microsoft software terlalu mahal untuk orang umumnya. Memang sudah ada discount untuk akademis, tetapi harga masih terlalu mahal untuk Small Business. Di Indonesia definisi “small business” harus mengikut-sertakan Warnet dan bisnis kecil lainnya yang tergantung pada Windows environment.
  • Free access to Development Tools: Agar mendorong anak2 Indonesia men-develop software aplikasi Windows, ada baiknya tools dan IDE diberikan gratis saja. Contohnya Visual Studio terbaru (komplit).
  • Ultra-cheap (or free) Windows 95 and 98: OK, yang ini agak radikal. Di Indonesia masih banyak PC komputer lama yang CPU-nya dibawah 700 Mhz. Beri harga murah sekali (sub $10) untuk Windows-95 dan Windows-98 (or just give it away). Tidak usah memberikan product support.

Silahkan menambahkan butir lainnya pada Wish List ini :)

15 People have left comments on this post



» Jen said: { Mar 15, 2008 - 06:03:05 }

Yeah, great list. When is Steve Jobs coming? :)

» feha said: { Mar 16, 2008 - 01:03:21 }

hanya setuju dengan wishlist yang pertama…..
sorry mate :D

» kaladze said: { Mar 16, 2008 - 03:03:48 }

Visual studio express bukannya gratis?

» avianto said: { Mar 16, 2008 - 04:03:13 }

Bagaimana dengan meminta: Stop memaksa atau mengatakan bahwa Microsoft Windows adalah satu-satunya solusi sistem operasi sehingga semua orang harus memakainya tanpa memandang kebutuhan?

Kok kesannya kita bangsa yang inferior sekali ya dengan melakukan “permohonan” kepada seorang entiti bisnis seperti Bill Gates? Apakah memang kita sudah sedemikian mindernya?

Jangan memohon ah, malu nih. Software Microsoft memang mahal dan kalau tidak sanggup ya cari alternatif lain. Ibaratnya kita tidak sanggup membeli mobil BMW terus memohon-mohon agar harga mobil BMW dimurahkan… padahal memakai mobil Toyota dengan kemampuan yang sama dan harga jauh lebih murah ternyata menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

Kalau saya ide radikal adalah “Stop bergantung pada perangkat lunak tertentu - pakai alternatif yang jauh lebih murah dan bahkan lebih baik”. Sanggupkah? Kalau memang merasa tidak sanggup ya… silakan membungkuk bahkan menyembah memohon-mohon meminta kemudahan.

» gagahput3ra said: { Mar 16, 2008 - 05:03:14 }

OOT Mode : On

Wishlist kalo Steve Jobs dateng :

1. Ultra cheap (or free) iPod classic (yg storagenya masi 4GB, bentuknya segedhe gaban)
Berhubung rakyat Indonesia adalah pecinta musik namun kebanyakan sukanya gratisan dan masih puas dengan MP3 merek Chianpang :lol: dengan storage 512MB, ada baeknya Apple ngasi diskon iPod classic jadi cuma 500rb. Gileee….pasti laku keras tuh

Udah baru itu aja yang muncul di otak :D kalo B-gates yg dateng kayaknya gak terlalu membawa apa2 di Indonesia..lah Windows XP di Indonesia kan rata2 bajakan…jadi ya paling kesini ngebahas pembajakan aja sama Presiden….gak ada yg terlalu besar pastinya :(

BTW, salam kenal mas, saya gi blogwalking neh :P seneng sama theme blog ini, ajarin cara ngerubah font di blog saya dong mas :)

» Hardjono said: { Mar 16, 2008 - 06:03:21 }

@Jennie, yes I wish Steve Jobs would also travel around. I think he is too busy running Apple, whereas Gates is retired really.

@feha, getting even one of these wishes would be something, mate :)

@kaladze, oh I thought the full Visual Studio cost a few bucks. Kalau yang express memang gratis.

@Avianto, that MSFT pushes its products is natural for a public company. This is the same for all tech companies (Cisco, Sony, etc. etc). Banyak bisnis kecil yg tidak punya waktu setup & maintain Open Source Software (OSS). Until OSS software reach the same level of reliability and support as MSFT many small business will stay with MSFT products :(

@Gagahputra, wah kalau iPod gratis sich saya juga mau dech :)

» rezayazdi said: { Mar 16, 2008 - 09:03:01 }

Kok menurut saya Bill Gates gak penting pak.
Datang gak datang ya sama saja.

Saya sih lebih berharap yang datang itu : Larry Page dan/atau Sergey Brin
Hehehehhee…

» Hardjono said: { Mar 16, 2008 - 11:03:09 }

@Reza, iya saya masih belum tahu apa tujuan Bill sebenarnya. Dan kalau Larry/Segey datang ke RI, saya juga punya wish list utk mereka :)

» avianto said: { Mar 16, 2008 - 11:03:10 }

Hmm, quote: “LEVEL OF RELIABILITY AND SUPPORT AS MSFT”.

Are you sure about that sentence, mate? Especially for small business, are you sure about ‘reliability and support’ of Microsoft for them? Especially support, it is not cheap for small business too. In the end, if small business is still using Microsoft product, they will be trapped in the box of cost for a very long time.

Maybe the sentence “BANYAK BISNIS KECIL YG TIDAK PUNYA WAKTU SETUP & MAINTAIN OPEN SOURCE SOFTWARE (OSS)” must be change to “Banyak bisnis kecil yang tidak tahu kalau ada alternatif lain”…

» rezayazdi said: { Mar 16, 2008 - 11:03:06 }

Bagaimana kalau begini pak, sebagai orang yang berada dalam “Kiblat” IT dunia, menurut Bapak mana yang lebih strategis untuk bangsa kita?

Kalau saya curiga nya, kedatangan Bill Gates hanya menjadi kontes popularitas belaka hanya karena dia multi-billionaires. Faktanya, kedatangan SBY ke Microsoft, beberapa waktu lampau, kan tidak menghasilkan apa2 sampai saat ini (CMIIW)

Berita terbaru, Polisi merazia pembajakan software (di dalamnya: Microsoft, Adobe dsbnya) pada sebuah holding company $250,000. Selain patut diacungi jempol, pertanyannya: mengapa baru dilakukan operasi sebesar itu sekarang? Disaat ada kabar Bill Gates mau datang. Dibuat seolah-olah negara kita bersungguh-sungguh memerangi pembajakan. Bukannya saya sinis, pembajakan itu organized crime, yang dibasmi bukan pada inti penyakitnya. Apalagi ini penyakit lama.

Ditambah ini mau menjelang pemilu, kecurigaan saya makin tebal…

» Hardjono said: { Mar 17, 2008 - 06:03:10 }

@Avianto, yes I still think for small businesses (1 to 10 employees) using Windows and other MSFT infrastructure is easier. However, this is also dependent on the type of business (eg. non-ISV or software company). While in the US the cost of MSFT products is more affordable, in developing countries like Indonesia there needs to be a “cheaper” way of IT support for small businesses. The cost of OSS software may be cheaper upfront, but there is the hidden cost of support in the long term. Server-side OSS is great for IT teams that can handle running and tweaking OSS (usually this means large organizations).

Also, I think that if Indonesia wants to enter into the IT-outsourcing game (with India and China), developers in Indonesia may need to know Windows stuff. The Enterprise market is still dominated by MSFT and Windows. So, in order to receive outsourced development projects it is a better bet of Indonesians to hone their expertise in Windows-related development. The market for Client-side OSS is still too small and too specialized.

My 2 cents :)

» Hardjono said: { Mar 17, 2008 - 06:03:55 }

@Reza, masalah strategi tergantung tipe usaha dan kebutuhan.

Saya rasa strategi secara nasional itu masalah yang sulit di jawab. Enggak ada “easy/straight answer” :)

Kalau razia dsb, yach itu masalah politis…

» BARRY said: { Mar 18, 2008 - 01:03:09 }

Saya dapat melihat bagaimana MSFT masih mempunyai market share yang lumayan besar untuk tidak digubris. Terlepas dari masalah politis, usaha menggaet microsoft untuk membuka research lab nya di Indonesia tentunya mempunyai dampak terhadap pendidikan di Indonesia.

Walaupun nantinya ada agreement antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan microsoft, saya berharap agar pemerintah dapat melihat dan memilih benefit jangka panjang yang lebih ketimbang yang pendek.

» Affan said: { May 8, 2008 - 07:05:43 }

1. Pinginnya sih bikin MRI, cuma hari ini dan besok Bill Gates dateng ke sini malah nggak dijadwalkan ke universitas, jadi ya sama juga boong lah… pemerintahnya nggak mikir masalah universitas…

2. Software discount ? Perasaan licensing software microsoft udah agak lumayan deh, banyak opsi2 utk pengadaannya, mulai dari leasing software dsb, walaupun masih tetep mahal utk corporate. Kalau utk organisasi non profit dan education udah baikan lah, walaupun masih agak suck di sana sini

3. Free Development Tools –> perasaan sudah ada deh visual studio express dan sql server express edition, yg kayaknya bikin oracle ama DB2 ngeluarin versi express nya juga..

4. Windows 98 ? wah nggak tahu ya pak, kalau pake komputer dual core sayang sih kalau cuma pakai win98 :) BTW OS yang stabil utk barang2 lama itu windows 2000 professional. Kernel nya lebih baik daripada win98 kebawah.

» Endry said: { May 13, 2008 - 09:05:36 }

Kerjasama dengan Microsoft harus dikaji lebih mendalam terutama untuk dunia pendidikan dan pemerintahan, menurut saya menggunakan produk open sources merupakan pilihan yang jauh lebih cerdas dari pada kerjasama dengan microsoft. pemerintah seharusnya jeli bahwa pembajakan software microsoft bukan saja karena harganya yang mahal tapi juga karena ketergantungan masyarakat terhadap Microsoft.
Dan pemerintah harus fair bila menyangkut masalah pendidikan, apakah pemerintah akan mendidik generasi muda hanya dengan microsoft? jangan-jangan bukan jadi solusi jangka panjang tapi pola ketergantungan jangka panjang