Acer akuisisi Gateway: susahnya jadi OEM
Minggu ini Acer computer mengumumkan akan akuisisi Gateway computer seharga USD$710M. Transaksi ini akan menjadikan Acer perusaaan OEM nomor 3 terbesar (sesudah HP dan Dell) dalam pasaran dunia PC. Pembelian ini menunjukkan sengitnya kompetisi dalam dunia OEM.
[NB. Bagi pembaca yang lupa, Acer terakhir ini laris dikalangan geek dengan model PC jenis Ferrari. Ada yang merah, ada yang hitam. Laris sekali di AS. Sering jadi target pencurian. Sedangkan Gateway terkenal dari motif kulit sapi bungkusnya].
Akuisisi ini mendesak turun Lenovo menjadi OEM No.4 di dunia. Rupanya Lenovo tadinya ingin terus menduduki posisi ke-3 ini dengan rencana pembelian Packard-Bell di Eropa. Tetapi transaksi Packard-Bell  tersebut tidak pernah selesai. Lenovo sendiri dulu maju pesat tahun 2004-2005 ketika membeli seri ThinkPad dari IBM, yaitu cabang PC milik IBM. Di AS komputer ThinkPad terkenal sekali dalam pasaran korporat karena kuat dan “tahan banting”.
Lenovo yang berbasis di China memang sedang ingin memperluas kuasa atas pasaran dunia PC (melebihi 8.3% yang sekarang). Sedangkan Acer yang berbasi di Taiwan sudah mencakup 7.2% pasaran dunia. [Data dari IDC Research]. Melihat data penjualan total, Acer dan Gateway berdua berhasil menjual 18.6 juta unit komputer PC pada tahun 2006, sedangkan Lenovo sebanyak 16.6 juta unit.
Gabungan Acer dan Gateway ini merupakan suatu langkah strategis bagi kedua pihak. Yang menjadi isu sekarang adalah bagaimana melaksanakan integrasi sistim fulfilment (penyediaan) secara bersih dan optimal dari segi operasionil.
Dari segi teknologi dan inovasi, yang dulu membuat Dell menjadi OEM no.1 di AS adalah inovasi dalam segi penyediaan komputer PC, yang dapat dipesan melalui situs website atau telepon. Adanya fasilitas untuk customization bagi pihak pembeli — terutama pembeli dari korporat — membuat Dell sebuah OEM yang favorit bagi banyak perusahaan korporat.
Saat ini salah satu tujuan OEM besar seperti Dell dan HP adalah penyediaan customization sampai dengan tingkat file image bagi pasaran korporat. Jadi, pihak pembeli (biasanya IT Admininistrator) bisa memilih hardware, OS dan software2 aplikasi pada situs OEM. Kemudian, OEM akan menciptakan image file untuk pembeli tersebut dan mencetak image tersebut pada hard-drive semua PC yang dipesan pembeli itu. Nanti, PC yang baru itu tinggal dikirim langsung dari OEM ke alamat pekerja/employee perusahaan (tanpa harus di utak-utik lagi oleh si IT Admin). Si user/pekerja tinggal menancapkan PC ke soket Ethernet di kantor. Kemudian PC tersebut otomatis dapat di utak-utik (ex. password, dsb) secara remote oleh IT Admin.
Filsafat Zero-Touch Management ini masih merupakan Holy Grail atau Nirvana utama bagi dunia korporat IT dan OEM.


