Berita Silicon Valley minggu ini [13/8/2007]
Biasanya saya menulis Berita Silicon Valley pada akhir minggu. Tapi karena minggu ini sudah cukup exciting, saya mulai saja menulis sekarang:
- VMware IPO: Bagi yang kenal dengan VMware, hari ini (Selasa 8/14) adalah IPO nya VMware. VMware adalah software untuk virtualisasi (virtualization). Dengan software VMware ini, sebuah komputer PC bisa menjalankan beberapa Operating System bersamaan (ex. Windows, OSX, Linux). Teknologi virtualisasi dipandang penting untuk mempertinggi daya guna dan ROI dari server2. Perusahaan VMware seluruhnya dimiliki oleh perusahaan EMC yang membeli VMware seharga $635M pada tahun 2004. Dengan meluncurkan VMware sebagai public company (yang 87% nya masih dimiliki EMC), diharapkan EMC dapat mencakup pemasukan sebayak $10B. Dalam masa IPO ini Intel sudah menanamkan $218M dan Cisco sebanyak $150M dengan membeli saham IPO. Pada pembukaan IPO saham VMware dinilai seharga $29 per lembar. Hari ini pada saat tutupnya bursa saham NASDAQ harga saham VMware sudah mencapai $51 (naik 71% dalam sehari). Jadi sekarang EMC memiliki market-cap bernilai hampir $19B (padahal masih memegang 87% saham VMware). Banyak analis berpendapat bahwa IPO ini akan yang terbesar dalam tahun 2007 di dunia Tech. [Bagi yang masih ingat, Google IPO nya tahun 2004 dengan harga pembukaan $80an. Sekarang harga saham Google sudah $500 lebih]. Bagi yang berminat beli saham VMware, harap berhati-hati sebab saat ini Wall Street sedang di rundung masalah sub-prime mortgage implosion, dimana industri mortgage memegang hutang ber billion2 dollar.
- Santa Cruz Operations (SCO) Inc: Saham SCO jatuh hampir 70% minggu ini karena Pengadilan ASÂ menyatakan bahwa code Unix (yang diklaim SCO) sebenarnya milik Novell. Padahal SCO sedang menuntut IBM (yang dituduh memasukan code tersebut dalam Linux secara sukarela). OK, pretty complex eh… Yang jelas masa depan SCO tidak jelas (ie. days are numbered).
- Citrix membeli XenSource: ok, so virtualization is hot hot hot! Baru saya denger2 bahwa Citrix akan membeli XenSource seharga $500M. XenSource merupakan startup yang membuat software virtualisasi atas basis Xen project (yang OSS). Saya pernah mampir ke XenSource di Palo Alto situ dan juga sempat ketemu CTO nya di event open source. Yang susah adalah mengerti business model dari XenSource. Menurut XenSource, target marketnya adalah Server market. Tapi secara realistik, VMware yang menguasai pasaran itu. Belum lagi Microsoft barusan saja meluncurkan produk virtualization server.




Sorry, comments for this entry are closed at this time.