Butir-butir menarik dari Stanford Summit (AlwaysOn)

Beberapa Minggu yang lalu AlwaysOn mengadakan acara Stanford Summit di Stanford University. Setiap tahun acara ini merupakan tempat “nangkring” para VC, Enterprenur, orang2 komunitas start-up dan para “juru gosip”.

Ada beberapa presentasi yang cukup menarik, terutama dari pihak VC. Salah satunya adalah dari Joe Schoendorf yang merupakan seorang partner dalam perusahaan VC terkenal Accel Partners. Presentasi dari Joe Schoendorf menarik karena beliau memberikan pandangan yang “high level” tetapi luas. Sebagai partner, beliau sering mendapat akses ke data-data menarik mengenai status ekonomi AS dan dunia. Sebagai VC penting sekali mengerti arah perkembangan ekonomi2 besar di dunia. Topiknya mengenai “The Global Shift”, yaitu tentang perubahan- perubahan yang sedang terjadi dalam dunia ekonomi dan teknologi.

Ada beberapa poin yang menarik dari presentasi beliau. Saya tayangkan sbb dalam Bahasa Inggris (sesuai dengan aslinya), kemudian saya terjemahkan kira-kira:

Shift Happens

  • Shift happens. 20 tahun yang lalu perusahaan2 yang merajai dunia komputer adalah IBM dan DEC. HP saat itu hanya perusahaan hardware/component. Sekarang DEC sudah lenyap. IBM sekarang fokus pada services. Sedangkan HP sekarang merajai dunia PC (bersama Dell yang belum ada 20 tahun yang lalu). Poinnya: perusahaan besar hari ini (ex. Google, MSFT, etc) mungkin lenyap atau berubah bentuk 20 tahun lagi.
  • Time in employment. Jangka waktu dalam perkerjaan. 1 dari 4 orang di AS kurang dari 1 tahun (di pekerjaan saat ini). 1 dari 2 orang kurang dari 5 tahun. Poinnya: kita harus siap untukberpindah-pindah pekerjaan. Estimasinya untuk graduate engineering hari ini mereka akan berpindah pekerjaan rata-rata 14 kali sampai mereka umur 38 tahun (nb. estimasi dari Joe Schoendorf).

Education

  • China has more Honors students than US does students. China memiliki mahasiswa tingkat Honors (yaitu tingkat 4 dst) lebih banyak daripada jumlah mahasiswa di AS. Poinnya: hari ini urutan tingkat ekonomi terbesar adalah AS, Jepang, China, Eropa, dst. Selang beberapa tahun urutan no.1 akan ditempati China.
  • China graduates a whole Silicon Valley (worth of engineers) every year. Setiap tahun jumlah sarjana engineering yang baru di China sama dengan jumlah engineer di Silicon Valley saat ini. Poinnya: menurut Joe pasti ada shift atau perubahan, baik di AS maupun China. Tidak jelas apa perubahaan itu, tetapi pasti ada shift.

Think exponentially

  • First billion mobile phones – 2 decades. Memakan waktu 20 tahun untuk mencapai jumlah 1 billion (1 milyar) ponsel di dunia.
  • Second billion mobile phones – 1400 days. Ponsel yang 1 miliar unit selanjutnya akan dicapai dalam waktu 1400 hari.
  • Third billion – under 1000 days. Ponsel yang 1 miliar unit seterusnya akan dicapai dibawah 1000 hari.
  • More mobile phones in China than people living in Europe. Jumlah ponsel di China lebih banyak dari pada jumlah manusia di Eropa.

 Next generation

  • Number of daily text messages is more than number of people on earth (cross over last year). Jumlah text/SMS per hari (saat ini) lebih banyak dari pada populasi dunia. Poinnya: cara berkomunikasi berubah. Orang lebih suka SMS/text daripada menulis surat (paper atau email).
  • Half the world is under 25 years old. Lebih dari 50% penduduk dunia (ssat ini) berumur dibawah 25 tahun.
  • In the under 25 group, year 2007 is the 3rd straight year of decline in email usage (15% decline per year). Dalam grup tersebut (25 tahun ke bawah), tahun ini merupakan tahun ketiga dimana penggunaan email surut 15% (per tahun). Poinnya: mungkin ini hanya data dari AS, tetapi faktanya anak muda tidak suka email atau sistim yang store-forward. Maunya kontak yang instan.
  • Prefer text messaging. Anak-anak dibawah usia 25 tahun lebih suka SMS/text dari pada email.

Data-data ini memberikan indikasi arah perkembangan teknologi, dan terutama Internet. Menurut Joe Schoendorf, berbagai carrier telekom dari Eropa sedang membangun infrastruktur telekom seluler di Afrika. Mobile Internet salah satu arah perkembangan yang nyata jelas.

3 People have left comments on this post



» Wibisono Sastrodiwiryo said: { Aug 15, 2007 - 04:08:25 }

Duh kaget juga liat pergeseran yang terjadi. Bagaimana yah keadaan Indonesia 20 tahun kedepan? gak ada angka yah berapa engineer yang dibuat Indonesia tiap tahunnya?

Gak usah dibandingkan dengan China deh, coba dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura ajah. Kita angka ajah gak punya gimana mau ngukur posisi kita yak?

Katanya sih kalo soal kuantitas engineer kita lumayan banyak dibanding negara tetangga cuma dari sisi kualitas kebanyakan masih dibawah rata rata.

Saya coba cari ide untuk menyemangati anak anak muda kita untuk giat meningkatkan kwalitas mereka. Mengamati dari milis tech yang saya ikuti bisa saya ambil kesimpulan anak muda kita cukup punya gairah mengembangkan diri cuma miskin ide dan motivasi. Kebanyakan dari mereka rekatif belaka ketimbang kreatif (mungkin termasuk saya).

Seandainya ada proyek proyek OpenSource yang bisa dikerjakan bersama maka itu akan bisa menyemangati pengembangan diri mereka.

Seandainya….

» Hardjono said: { Aug 15, 2007 - 10:08:42 }

Salam Pak Wibisono. Saya setuju kesimpulan anak muda kita cukup punya gairah mengembangkan diri cuma miskin ide dan motivasi. Dengan dunia yang sudah “flat” sekarang ini di era globalisasi, semua orang seharusnya mendapat akses kepada “kesempatan” (opportunity) untuk membangun produk2 tech.

Saya sendiri supporter open source (OSS). Masalahnya itu OSS sulit sekali di jadikan bisnis. Jadi, nanti anak muda capek-capek develop software untuk OSS tapi tidak mendapat imbalan untuk jerih payah (selain “thank you” dari OSS community).

Untuk membangun service di Internet (seperti social networking) diperlukan pasaran yang memiliki tingkat akses ke Internet yang lumayan tinggi. Sayangnya, di RI tingkat akses ke Internet masih belum cukup tinggi sehingga dapat mensupport pengembangan industri online service.

Jadi, IMHO, untuk industri tech di RI saat ini mungkin yang paling berguna adalah fokus kepada industri out-source IT dan riset.

» Wibisono Sastrodiwiryo said: { Aug 16, 2007 - 06:08:37 }

Yup out-source TI memang menjanjikan tapi membangun service di internet tetep mesti dicoba terus. Contoh yang bagus adalah kronologger.com yang lumayan banyak peminatnya.

FS di Indonesia banyak sekali peminatnya saya sampai tergoda untuk membuat yang serupa tapi dari situ dapat banyak sekali pelajaran bahwa untuk bisa leading tidak hanya dibutuhkan differentiation tapi harus be the first.

Walaupun saya tahu bahwa online social networking versi Indonesia sudah ada seperti fupei.com dan liveconnector.com tapi saya nekat membangun mygank.com yang mengusung service yang sama.

Mereka start sejak 2004 dan sekarang udah punya ratusan ribu user sedangkan mygank.com baru mulai. Perlu waktu dan kerja keras dari berbagai macam divisi untuk menyusul mereka sedangkan resource saya sangat terbatas pada programming saja. Padahal resource marketing elemen yang paling berperan setelah aplikasi jadi.

Tapi memang tujuan saya hanya untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu membangun aplikasi serupa itu saja. Setelah kepercayaan diri ada sekarang tinggal menajamkan visi dan mencari konsep yang jitu untuk dibangun dan dijalankan.