Tempo: survei universitas RI dan survei gaji sektor Teknologi
Â
Majalah Tempo minggu ini (20 Mei 2007) menampilkan dua survei yang cukup informatif, tapi mungkin agak lemah.
 Survei prestasi universitas
Survei yang pertama mengenai perguruan tinggi dan universitas yang paling baik di Indonesia, yaitu Top 10. Agak “interesting” juga bahwa kedudukan N0.1 s/d No. 6 di menangkan oleh perguruan tinggi negara (i.e. bukan swasta). Trisakti hanya menduduki posisi No. 7.
IMHO, metode survei ini mungkin baik tapi agak lemah sebab tidak menjawab poin paling penting (bagi mahasiswa baru), yaitu berikut ini:
- Berapa perusahaan top 20 terbesar di Indonesia merekrut dari universitas2 ini? Ukuran besarnya universitas bisa dilihat dari market capitalization perusahaan, sesuai yang terdaftar di Jakarta Stock Exchange. (Which Top 20 companies in Indonesia are respondents to this survei).
- Bagaimana distribusi rekrut yang masuk ke perusahaan top 20 ini? Artinya, universitas2 mana yang menjadi supplier graduate (new grad hire) bagi perusahaan top 20 ini. (Which Top 20 companies in Indonesia have recruited from these universities and what is the distribution).
- Bagaimana data untuk kedua pertanyaan diatas dari tahun 2005 dan 2006? Artinya, bagaimana trendnya untuk tahun 2007-2010. (What has been the experience of these Top 20 companies in recruiting from these universities during 2005-2006, and what does this indicate for 2007-2010).
Data seperti ini penting bagi anak2 yang akan lulus SMA, sebab akan menentukan pilihan universitas. Bagi mereka, yang paling penting adalah “employability” sesudah lulus universitas. Perusahaan2 mana saja yang kemungkian besar merekrut mereka.
Bagi anda2 yang tertarik metode surveinya, berikut halaman 64-65 (1.2Mb) dari Tempo 20 Mei 2007.
Bagaimana pendapat anda: apakah survei ini akurat/adil atau tidak adil? Trisakti hanya satu tingkat diatas Unpad? Parahyangan di ranking No. 13?
Bagi pihak Tempo, kualitas majalah Tempo bisa dipertanyakan bila survei2 seperti ini kurang terarah dan kurang “meaningful”.
Survei Gaji Sektor Teknologi Informasi
Survei kedua adalah survei gaji dalam sektor Teknologi Informasi dan sektor Telekomunikasi. Rupanya data diambil dari JobsDB Indonesia.
Ada beberapa aspek yang menarik tentang survei ini:
- Tipe pekerjaan: definisi posisi di perusahaan nampak dalam survei ini (ex. entry level, supervisor, manajer). Mungkin ini merefleksi pengertian dunia korporat di Indonesia.
- Perbedaan TI dan Telekomunikasi kurang di terangkan. Apakah TI bagian dari Telekomunikasi (superset), atau benar2 terpisah.
All in all, very interesting.
All data and images Copyright 2007 Tempo Indonesia.
Â



7 People have left comments on this post
Setelah membaca halaman tempo yang dimaksud, saya berpendapat jika sample yang dipakai untuk memberi gambaran diatas terlalu minim. Yakni 135 orang yang terdiri dari 80 pengguna dan 55 perekrut. Waktu pengumpulan data sangat sempit (Dec 2006-Jan 2007). Penulis artiket (team) juga merasa kalau data yang dipresentasikan akan memberikan kesan bias terhadap pandangan lapangan kerja secara nasional.
Saya juga ingin tahu apakah perusahaan Indonesia memberikan benefit terhadap karyawannya atau tidak ya? Kalau betul, kenapa hal tersebut tidak diikutsertakan. Saya berpendapat kalau benefit, perks yang lain perlu dicantumkan juga dimana hal tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perusahaan atau bidang yang ingin ditempuh oleh siswa-siswa SMA sebelum masuk perguruan tinggi.
Barry, excellent points. Saya lupa ttg benefit2 lainnya. Dan juga benar, respondennya hanya 135 orang
menurut saya lebih akurat kalau keunggulan tersebut dibahas per bidang study. gak mungkin lah kalo di semua bidang study (fak) UI lebih unggul dari UGM atao sebaliknya. kelemahan rangkingisasi universitas biasanya terletak pada sulitnya mengontrol variabel “reputasi” dari universitas. Mana mungkin universitas2 baru bisa menyaingi ui dan ugm yg sudah berdiri sejak tahun 40an. Sampe jungkir balik juga universitas baru gak bisa nyalip….Masalah jumlah sample sebenarnya gak ada masalah asalkan sample tersebut representatif (mewakili populasi). belum tentu dengan sample yg lebih banyak suatu survey akan menjadi lebih baik…. masalahnya disini samplenya cm dari jabodetabek… tentu saja beberapa universitas jadi lebih dominan :D… Satu lagi.. seberapa jauh indikator2 yg dipakai bisa diyakinkan merupakan output dari universitas dimana lulusan belajar… sebab indikator yg lebih kearah “soft skill” yang dipakai (mau kerja keras, kepercayaan diri tinggi, mampu bekerja dalam tim dll) menurut saya pribadi bukan produk dari institusi dimana lulusan belajar, melainkan lebih mrpkan hasil keaktivan individu. Kenapa Tempo gak bikin tulisan yg lebih membangun..?! survey rangkingisasi biasanya produk akhirnya cuma menunjukkan superioritas dan inferioritas… nuwun sewu kalo rada menggebu2 he3. matur nuwun
lho kok yg keren cuman negeri tok? yg universitas islamnya mana ya?
Hi,
ya…setuju dengan pendapat Barry, sample yang digunakan sangat minim dan kurang representatif. Apabila survei tersebut ditujukan untuk para calon mahasiswa, sepertinya survei tersebut kurang mengena. Biasanya calon mahasiswa lebih tertarik dengan bidang yang akan dipelajari berdasarkan besar kecilnya lowongan pekerjaan di bidang tersebut, dan baru kemudian menentukan universitas yang akan dituju, yang pada umumnya pilihan pertama akan jatuh ke universitas negri.
Apabila harus dibahas per bidang studi, seperti yang dikemukakan oleh Bhina, maka akan sulit. Tidak setiap Universitas memiliki jumlah bidang studi yang sama, misalnya di Universitas A memiliki fakultas Kedokteran, sedangkan Universitas B tidak.
Saya bukan orang “komputer” atau apalah. Saya sendiri kurang mengerti apa itu IT, yang saya tau IT itu yang berhubungan dengan software atau gampangnya programmer, itu yang ada di pikiran saya tiap kali menjupai kata IT.
semuanya tergantung pribadi masing-masing!! dari manapun universitas atau institutnya tergantung bagaimana seseorang itu berusaha dan berdoa, jangan berkecil hati kepada mahasiswa yang universitasnya tidak masuk 10 besar..karena perusahaan membutuhkan oarang yang memiliki eticut..sikap yang bagus (akhlak Mulia)
TETAP LAH BERSEMANGAT
I think, where ever we study in university, smuanya tergantung dari niat, kemampuan, and cita-cita.
skalipun dia kuliah di university terrendah, tapi klu dia ok, why not…??
kan yang di liat nanti skill, and IQ, EQ,SQ. so, keep in Spirit yach….
GBU
(^O^)