Intel juga punya laptop murah: Intel Classmate
Tadi malam acara 6o-minutes di TV menayangkan “peperangan” antara OLPC (Prof. Negroponte/MIT) dan Intel (Craig Barrett/Intel Chairman). Yang menjadi masalah rupanya Intel juga akan mengeluarkan laptop murah untuk anak-anak sekolah di negara berkembang. Laptop dari Intel yang berkode-name Classmate juga akan kira-kira seharga USD$150, mirip dengan harga laptop hijau dari OLPC.
Beberapa bulan terakhir ini, Prof. Negroponte seringkali mengkritik Intel secara terbuka, menuduh Intel bertujuan menjatuhkan atau mengagalkan proyek OLPC. Padahal OLPC itu organisasi non-profit. Prof. Negroponte beranggapan Intel kesal karena laptop OLPC menggunakan CPU dari AMD, musuh bebuyutan Intel.
Carig Barrett, yaitu Chairman dari Intel, sudah menyatakan secara terbuka bahwa maksud Intel adalah untuk mulai mentarget dunia komputer di negara berkembang. Menurut Intel, selang 10 tahun mendatang ini besar pasaran komputer murah di negara berkembang akan mencapai antara 500,000,000 s/d 700,000,000 unit. Jadi, pasarnya cukup besar meskipun Intel sediri untungnya hanya beberapa dollar.
Acara tersebut juga menyatakan bahwa India memiliki program laptop murah juga.
IMHO, saya setuju dengan pandangan bahwa kompetisi di pasaran pada akhirnya akan menghasilkan harga yang murah. Kalau Intel Classmate memang dapat mencapai harga di bawah $100, tujuan Prof. Negroponte akhirnya tercapai juga: yaitu laptop murah yang terjangkau bagi setiap anak sekolah.
Ada beberapa strategi yang sebaiknya di pahami oleh pemerintah2 negara berkembang dalam mengevaluasi dan membeli laptop2 murah ini:
- Vendor lock-in: Sebaiknya pemerintah membeli jangan satu jenis saja, melainkan persentase yang sama dari semua vendor laptop2 murah tersebut. Dengan demikian, kalau kualitasnya terbukti jelek tidak semua anak terganggu sekolahnya.
- Tentukan requirement: Sebaiknya pemerintah menulis daftar requirement yang garis besar (eg. harga, operating sistim, baterei, etc). Requirement list ini harus juga di review oleh pihak ketiga yang netral, agar realistik dan tidak condong ke vendor2 tertentu. Banyak negara2 berkembang yang masih memiliki tingkat korupsi yang tinggi.
- Evaluasi independen: Sebaiknya pemerintah memohon pihak ketiga (beberapa pihak) untuk melakukan testing dan evaluasi semua jenis laptop yang dimajukan oleh vendor.
- Warranty/Jaminan: Sebaiknya pemerintah minta program warranty/jaminan bagi laptop2 yang dibeli. Jadi, kalau rusak dalam masa penggunaan (ex. 3 tahun) boleh ditukar dengan yang baru.
- Biaya support: Sebaiknya pemerintah minta program support teknis, kalau ada masalah2 teknis dengan penggunaan laptop tsb.
- Upgrage path: Sebaiknya pemerintah minta program upgrade, dimana laptop2 yang tua dapat ditukarkan dengan yang baru dengan harga discount. Setidaknya, harus ada upgrade path untuk meng-update driver2, OS dan komponen2 lainnya.
- Pemerintah sebagai pemilik: Pemerintah harus merupakan “pemilik” sah laptop2 murah tersebut, agar tidak di jual-belikan oleh orang-tua murid atau oleh aparat2 negara (ala KKN).
Di AS Prof. Negroponte akan juga meluncurkan program “Beli 2 OLPC”, dimana pihak orang-tua di AS boleh membeli laptop OLPC untuk anak mereka asalkan membeli 2 laptop: satu untuk anak sendiri, dan satu untuk anak di negara dunia ketiga.
Saya rasa ini program yang baik. Pasangan 2 laptop ini bisa seakan “kawan pena” (pen friend) dimana satu laptop di AS dan pasangannya di negara lain (ex. Afrika). Nanti kedua anak sekolah itu bisa tertukar email, foto2 dan pengalam hidup
What do you think — apa anda bersedia turut program 2 laptop OLPC ini?




15 People have left comments on this post
Kalau harga laptop yang dijual disini $150 saya setuju saja. Dikali dua saja masih lebih murah dibandingkan laptop refurbished dell atau compaq.
Perlu ditambah, dibuat semacam inventory id untuk *setiap* komputer yang dibeli pemerintah supaya saat diaudit oleh pihak ketiga, semua laptop yang dibeli betul-betul dapat dipertanggung jawabkan.
Aku setuju sama Barry. Anak-anak sekarang kan selalu pengen tahu, apalagi usia sekolah. Jadi alangkah baiknya kalau keingintahuan mereka juga didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti laptop murah ini. Diharapkan rasa ingin tahu mereka bisa tersalurkan ke hal-hal yang positif, dan orang tua pun tentunya harus mengawasi perkembangan anak-anaknya.
Barry:
Betul, inventory perlu sekali — kalau engak, pasti komputernya jalan2 sendiri
Tommy,
Trims untuk comment nya
mau dikata laptop harga berapapun, pertama yang akan menjadi pertimbangan adalah apakah kita benar2 membutuhkannya? atau hanya sekedar tren - tren aja. kita jangan sampai terjebak dalam kubangan perkembangan teknologi yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
pendek kata apakah laptop ini memberikan hasil yang setimpal dari uang yang kita keluarkan? kalau tidak what for???
jozz.. panggah loss toh. tp anak-anak sekolah yg mana? targer hrs mengena n fair. jd yg pinter komputer ntar merata. n yg pailing utama harus terbuka. harus jelas aturan mainnya. BOS sj masih jungkir balik.
katanya $200 tp untuk laptop murah yg sejenis kemaren pas pameran uda ada displaynya…tp kok malah 3.5jt? itu murah? ato “murah” beneran?
logikanya jg dari mana $200 jadi Rp. 3500000 ? pajak 6 kali lipat?
yah selama itu dpat memberikan manfaat bagi gnerasi muda ya kenapa nggak?trus pendistribusiannya hrs merata agar yang pintar jangan hanya di kota besar aja tapi yang di daerah juga kedapetan.
saya setuju dengan sodara agus susanto, tapi mungkin pemikiran profesor negroponte lebih jauh ketimbang pemikiran kita, dan memang menurut saya ini adalah project kemanusiaan, tidak mencari untung seperti asus eee701 yang katanya 200 dolar ternyata sudah launch bisa sampe 400 dolar, itu juga ngk ada barang, memang taktik pemasaran yang bagus untuk asus dan buruk untuk konsumen.
bayangkan saja, jika semua anak sekolahan di indonesia tentengannya laptop olpc atau classmate, alangkah bahagianya mereka, dan bukan tidak mungkin ebook makin gencar digerakan oleh sekolah2 ketimbang membeli buku pelajaran yang tiap tahun sudah bisa dipastikan berganti-ganti. dan mungkin bisa lebih banyak lagi home school online yang bertebaran dijagad maya.
huahuhuahuahua…….
gw pengin ketawa baca ini, ok lah harganya $150, tp buka”an aja dech, tau sendiri kan ini Indonesia, semua di bikin sulit, $150 itu harga di produksi, shipment +-$20, belum lagi bea cukai indonesia yang gila”an
menurut saya masuk indonesia harganya manjadi +-$300 sampai +-$350
sebenernya intel clasmate bagus sih, tapi nanti klao ada di indonesia trus di urus ma pemerintah jadi tambah repot ma birokrasi dan korupsinnya.
klo yg ngurus sekolah langsung mungkin lebih cepet. pa lagi tuk sekolah2 yang notabene ortu muridny dari kalangan menengah keatas.
kapan ya laptop “murah” ini bener bener ada dan bener bener murah? (berharap…) Kalau *SU* Eeee sih menurutku ngga murah. Takutnya kalau ada barang murah di sini ntar dijadilkan lahan cari untung sehingga jatuh-jatuhnya jadi “murah”.
Kemarin saya sudah lihat yang buatan Zyrex (buatan anak negri nih), mirip bener dengan buatan intel (warna, spek) ditawarkan harga 3,5 jt. Kalo ini dibundel dng notebook biasa macam program macam program “2 OLPC” nya amrik mungkin bisa lebih murah ya. Yahh, memang program sosial ini butuh kemauan baik yang tinggi. Kayak zakat lah. Kita beli, berikan (sumbangkan) dan ikhlaskan.
Murah atau tidak kalo untuk anak-anak pasti yang beli ortunya juga. Setuju untuk membuka technology pada anak tp harus dengan pengawasan jangan-jangan buka site yang bukan konsumsi anak-anak. Pertanyaannya adalah apakah Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang perlu input technology sudah siap untuk semua yang terkait supply laptop murah itu? Jika ya Go as fast as U can, If not we must be ready for it first.
Thanks.
Hebat tuhhh….. jadi Indonesia ndak ketinggalan ama negara maju…trus maju laptop murah meriah tapi berkualitas…. cihuy
harga Laptop -nya USD$150?
Tapi biasanya kalau sudah nyampe sini bisa 2x lipatnya tuh.
Terima kasih.