Kisah Seorang Pendekar IT

Kadang dalam pekerjaan IT ada situasi yang “tidak benar”, yang harus diperbaiki karena dampaknya besar pada Tim IT, pada perusahaan itu sendiri dan pada konsumen2 produk/servis dari perusahaan itu. Cerita berikut muncul di halaman muka koran Wall Street Journal (WSJ) kemarin.

Cerita ini berkenaan dengan Justen Deal, seorang pemuda berumur 22 tahun yang bekerja di bagian IT perusahaan Kaiser Permanente. Kaiser merupakan salah satu “raksasa” dalam industri servis kesehatan dan asuransi kesehatan. Justen menimbulkan “geger” di perusahaan Kaiser ketika ia mengirim email sepanjang 2000 kata, yang isinya mempertanyakan dan mengkritik pengeluaran (”pemborosan”) sebanyak $1.5 Billion (USD$1,500,000,000) untuk suatu proyek IT. Kaiser saat ini tengah memindah semua proses kertas menjadi elektronik/digital dalam proyek HealthConnect. Si Justen menulis bahwa proyek ini dalam keadaan kacau, boros dan tanpa arah. Justen juga mempertanyakan kepemimpinan CEO dari Kaiser, sebab menurut Justen sistem IT yang brengsek akan mempersukar pekerjaan para dokter dan perawat, yang kemudian akan mempersulit pasien yang sakit (ex. Pasien tidak bisa di rawat karena data pasien tidak bisa ditemukan di komputer). Menurut Justen, CEO tidak peduli dan para VP (Vice President) sering mendapat “hadiah” (KKN) dari vendor2 software yang digunakan untuk membangun sistim HealthConnect.

Sebelum Justen mengirim email kepada seluruh Kaiser ia mencetak email tersebut. Setelah email dikirim, cetakan itu berikan kepada boss-nya. Muka beliau langsung pucat. Beberapa menit kemudian para VP dan staff senior panik (setelah membaca email), dan telepon2 bunyi disana-sini. Sesudah itu, kubikel/meja Justen dikunjungi beberap staf IT yang menyita komputer dan menggiring Justen ke pintu depan. Justen dipecat “on the spot” saat itu juga.

Itu Jumat sore. Selama akhir minggu beberapa staff IT mencoba “recall” email tersebut, tapi tanpa sukses. Sampai hari Senin pagi sejumlah 120,000 komputer di seluruh Kaiser sudah menerima email tersebut. Banyak pekerja Kaiser lainnya menjadi sadar akan borosnya proyek HealthConnect. Senin siang Chief Information Officer (CIO) mengundurkan diri, dan CEO mengirim email penjelasan ke seluruh Kaiser. Too late…

Buntutnya tidak berakhir di situ. Justen menjadi selebriti dalam dunia blog, dan malah di interview HIStalk.com, yaitu situs yang berkenaan dengan dunia IT Kesehatan. Majalah ComputerWorld kemudian mencetak artikel yang negatif tentang Kaiser dan proyek HealthConnect berdasarkan laporan internal Kaiser (722 halaman) yang bocor mengenai berbagai problema (ex. data pasien tidak komplit, sistim sering crash, dsbnya).

Beberapa hari kemudian satu departemen kesehatan pemerintah propinsi California mengirim surat “inquiry” yang mempertanyakan situasi HealthConnect secara legal. Koran Los Angeles Times menyusul dengan artikel yang juga mempertanyakan proyek HealthConnect dan dampaknya pada pasien2 Kaiser.

Rupanya ini merupakan kulminasi atau puncak kekesalan Justen. Ia sudah mencoba menghubungi CEO dan para VP beberapa kali sebelumnya (dan tidak dianggap). Justen sudah lama curiga akan biaya proyek, yang menurutnya terlalu mahal dan terlalu kompleks (seakan disengaja). Dia lalu mulai mengumpulkan berbagai data dari sistim2 Kaiser, seperti laporan2 budget, dokumen2 desain engineering, dan data proyeksi lainnya. Dalam satu dokumen yang ditemui Justen, tertulis bahwa diperkirakan Kaiser akan kerugian $7B ($7,000,000,000) dua tahun mendatang hanya dari proyek HealthConnect saja (tidak termasuk kerugian lainnya). Hal ini membuat Justen gusar, dan mempertanyakan integritas dan kejujuran CEO dan CIO dari Kaiser, terutama dalam hal pemilihan vendor2 IT proyek HealthConnect. Investigasi Justen bermula sejak permulaan tahun 2006. Surat pertama yang dikirimnya ke CEO dan para Board Member tertanggal 4 Agustus 2006. Justen di pecat awal Januari 2007.

Di AS setiap orang (yang mampu) harus membeli asuransi kesehatan dari perusahaan2 seperti Kaiser. Kalau Kaiser boros dan membuang-buang uang, kerugian ini akan meninggikan biaya asuransi yang harus dibayar oleh para konsumen Kaiser. Si CEO tidak peduli, sebab CEO sendiri memiliki “golden hand cuff” (lit. borgol emas), di mana kalau CEO dipecat ia mendapat berbagai “bonus” perpisahan (jutaan dollar).

Apa moralnya? Sebagai pekerja dan ahli IT, Justen berani mempertanyakan KKN yang terjadi di organisasi IT dalam Kaiser. Dia merasa bertanggung-jawab bahwa sistim HealthConnect berfungsi lancar dan optimal (dan murah), sebab ada dampak langsung atas pasien yang sakit. KKN merugikan semua orang: seluruh perusahaan dan para konsumen (dan negara).

Apa kesan dan opini anda?