Sehari tanpa Blackberry
Bagi mereka yang punya Blackberry handset dari RIM (Research in Motion), hilangnya network RIM untuk beberapa jam kemarin bisa merupakan sumber ketenangan atau kekesalan.
Dari Selasa malam sampai Rabu pagi, semua alat RIM di Amerika Utara (AS dan Kanada) macet (pada semua Carrier). Pasalnya, perusahaan RIM yang berpusat di Kanada memiliki data center yang merupakan “hub” untuk routing semua email di Amerika Utara. Kira-kira 8 juta alat Blackberry macet karena hub data center tersebut mengalami kesulitan teknis. Pihak RIM tidak bersedia memberikan penjelasan yang detil mengenai “outage” ini. Cukup banyak perusaan swasta di AS yang menggunakan RIM Blackberry untuk “corporate email”.
Banyak orang yang memiliki hubungan “love-hate” dengan Blackberry, dan banyak juga yang menjadi kecanduan Blackberry (setiap 5 menit periksa email). Love, karena mudah sekali menghubungi rekan dan keluarga (voice, SMS,email). Mudah web-surfing dan membaca Google Maps. Hate, karena boss selalu bisa mengirim email atau SMS 24 jam sehari. Seperti di rantai kepada pekerjaan.
IMHO, perusahaan RIM sukses karena membuktikan bahwa suatu perusahaan kecil bisa memakan persentase bersar pasaran handset dari Nokia/Samsung dan dari Microsoft. RIM juga membuktikan bahwa Blackberry bisa sukses, bebas dari Symbian dan bebas dari Microsoft SmartPhone OS.



One Person has left comments on this post
Teman kerja banyak yang bingung karena tidak ada yang mengusik kehidupan mereka saat downtime.