Sprint: belanja $14B, customer masih lenyap

Posted on May 13th, 2008 by by Hardjono

Minggu lalu salah satu berita besar di Silicon Valley adalah joint venture WiMax antara Sprint dan Clearwire, bernilai sekitar $14B.

Clearwire sudah beberapa tahun berkecimpung dalam roll-out WiMax, tetapi maish kurang sukses lantaran kurang memiliki customer-base. Sprint merupakan Telco yang sudah lama ada, dan yang masih memeluk teknologi CDMA (lihat posting saya tentang CDMA yang pensiun).

Lucunya, minggu ini Sprint Wireless menyatakan bahwa Q1/2008 Sprint kehilangan 1.1 juta pelanggan/customer wireless. Ini sesudah Sprint kehilangan customer enam (6) kali selama 7 quarter terakhir.

When your business looses customers 6 quarters in a row, that is not good news. You must be doing something wrong.

Why? Rupanya servis Sprint kurang luas, termasuk juga di kota2 besar. Belum lagi Customer Service terkenal buruk atau arogan.

Adalah poin menarik bahwa Apple melakukan join bersama ATT untuk peluncuran iPhone, bukan dengan Sprint. Its not for a lack of trying :)

FOSS sebagai Ideologi (Infrastruktur Enterprise)

Posted on May 9th, 2008 by by Hardjono

Saya sering bingung kalau membaca posting dalam milis Telematika Indonesia (di Yahoo Groups). Apalagi belakangan ini, sewaktu Bill Gates mampir ke Indonesia di permulaan bulan Mei.

Banyak penulis di milis Telematika rasanya memegang pandangan FOSS (Free Open Source Software) sampai titik dimana FOSS bagai menjadi suatu “ideologi”, tanpa memandang realitas kebutuhan bisnis2 yang memerlukan software dan hardware. Mungkin ada baiknya ideolog FOSS di tanah air mempelajari lisensi GPL (v2) dengan seksama dan cari bantuan ahli hukum. Get legal help in understanding GPLv2.

Begini beberapa butir pengalaman saya sendiri di dunia Enterprise software:

  1. Business purpose & needs: Kenyataannya, suatu perusahaan/bisnis (yang menggunakan produk IT/CIT) bertujuan untuk melaksanakan bisnis mereka. Bisnis2 tidak terlalu peduli apa Windows, Linux, MacOS, dsb. Pokoknya mendukung jalannya bisnis sehari-hari. Mudah dipakai, lumayan reliable, ada support kalau crash, dsb. Kalau memang software/hardware mahal, yach itu “cost of doing business, pass it on”. They need 99.99% uptime of everything (not just client-side OS).
  2. Enterprise Infrastructure vs. Consumer computing: Kenyataan lainnya, di dunia Enterprise (Fortune 500 dan SMB), yang menjadi masalah bukan saja Client-side platform (ie. Windows OS) tetapi juga Infrastruktur Enterprise (IE). Sistim2 infrastruktur it termasuk Directory Services, Email Server, Authentication Server, Access Control Server, Remote Access (VPN) server, Patch Server, dsb. dsb. Jadi, Enterprise computing is not just about client-side OS.
  3. Microsoft Infrastructure: Saya bukan employee Microsoft dan tidak punya saham Microsoft. Enggak mengibarkan bendera MSFT. Tapi kenyataannya dalam dunia Enterprise Infrastruktur, hampir 60% s/d 70% market di dominasi Microsoft Infrastructure (ex. Active Directory, Kerberos, KDC, RMS, SMS/MOM, dsb). Why? Karena MSFT sudah lama ada dan integrasi komponen infrastruktur ke Windows-client lumayan baik. Yach pasti ada bugs, tetapi sistimnya lumayan mulus dan well-documented. Don’t expect perfection from other people’s product if you cannot provide perfection yourself :)
  4. Software market for ISV: Bagi Independent Software Vendor atau ISVĀ (baca: perusahaan software kecil), agar bisa cari duit ISV harus fokus pada market Enterprise Software (yang infrastrukturnya didominasi MSFT). Ini kenyataan. Ubuntu/Canonical sendiri tidak memberikan produk Enterprise secara gratis/OSS. (Harus bayar lho).

Jadi, saya setuju penggunaan produk FOSS untuk negara berkembang seperti Indonesia. Banyak kesempatan untuk membangun produk2 baru dasar-FOSS untuk kebutuhan negera. Tetapi jangan menjadikan FOSS = Anti-Propietary = Anti-Microsoft sebab banyak perusahaan lain yang juga menjual produk propietary (ex. Apple, Cisco, Oracle, SAP, Nokia, Sony, Intel, AMD, HP, dsb. dsb).

Kalau memang anti-propietary, jangan pakai komputer sebab Chipset dan Processor adalah propietary. Jangan pakai iPod atau handphone, sebab isinya juga propietary :)

Tidur nonton iPhone

Posted on April 29th, 2008 by by Hardjono

Semakin hari saya semakin sering mendengar orang yang kalau malam tidur membawa iPhone:

“In describing the threat that Apple poses to R.I.M., Charlie Wolf, an analyst at Needham & Company, describes his wife’s entirely common use of the iPhone, which she takes to bed with her each night to browse the Web (from NYT article on RIM and iPhones).

Sebenarnya tidak mengherankan. Dari dulu banyak orang nonton TV sebelum tidur. Malah banyak orang yang punya TV dikamar tidur. Jadi, natural saja kalau orang saat ini browsing sebelum tidur.

So who needs TV when you have the Internet :)

Silicon Valley Minggu Ini

Posted on April 28th, 2008 by by Hardjono

Minggu kemarin ini Silicon Valley cukup rame dengan berbagai berita:

  • Sony akan akuisisi GraceNote.
  • Apple sudah mengakusisi PA Semiconductor seharga $278M, yang merupakan salah supplier chipset untuk iPod. IMHO ini merupakan strategi Apple agar menjamin supply chipset tertentu di masa depan.
  • Sun Microsystem akan membuat Java benar2 open source.
  • Konflik internal di dalam organisasi OLPC mengenai support Windowx XP utk. laptop OLPC XO. More to come.

Sony akuisisi GraceNote (CDDB)

Posted on April 23rd, 2008 by by Hardjono

Bagi pengguna iTunes dari Apple, mungkin tidak sadar bahwa di latar belakang operasi sebenarnya iTunes menggunakan servis dari CDDB (Compact Disc Database) milik GraceNote. Database CDDB mengandung informasi mengenai CD dan track2 lagu dalam setiap. Setahu saya, CDDB saat ini sudah hampir memiliki data mengenai setiap CD yang di produksi di AS, Eropa dan Jepang. Jadi ketika ripping CD musik, iTunes sebenarnya mengakses CDDB untuk mendapatkan informasi mengenai track2 lagu pada CD tersebut.

Hari ini Sony mengeluarkan press release bahwa akan membeli GraceNote seharga $260M.

Adalah langkah yang strategis sekali bagi Sony dalam mengakuisisi GraceNote. Sony sendiri dulu salah langkah ketika gagal mengeluarkan servis musik melalui Internet. (NB: servis musik Sony Connect sudah tutup). Sony terlalu sibuk dengan “format wars” (dengan format Sony ATRAC) sehingga terlambat dalam mengeluarkan servis seperti iTunes, Rhapsody dan sejenisnya. Malah, para analis sudah menyatakan bahwa merek atau brand WalkMan sudah mati (kalah oleh iPod).

Bagi iTunes yang tergantung dengan akses ke CDDB, Apple sekarang harus menyiapkan diri datangnya hari di mana masa kontrak Apple dengan GraceNote habis. Sebab mugkin saja Sony kelak mematikan akses kepada CDDB bagi iTunes. Memang sudah ada spekulasi bahwa Apple sendiri sebenarnya sedang membangun CD database sendiri, termasuk juga database lirik2 lagu.

Bagi Sony, memiliki GraceNote CDDB itu tidak cukup untuk mengalahkan iTunes dan iPod. Mungkin satu-satunya harapan bagi Sony adalah dengan memberikan servis download-film untuk PlayStation PSP dan PS3. Tetapi, meskipun demikian Sony masih ketinggalan Apple, sebab Apple sudah memiliki produk AppleTV dan download-film juga. Memang Sony sudah memenangkan perang format HD dengan Blu-Ray, tetapi market Blu-Ray berbeda dengan market Internet music.

Sony is a typical example of a consumer electronics (CE) giant who missed the coming of the Internet and the significance of Internet-based content. The battle continues… :)